Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Pasangan pemanjat asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, menorehkan sejarah baru bagi olahraga panjat tebing Indonesia pada Asian Beach Games 2026 di Sanya, China. Mereka berhasil mengamankan medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih di nomor speed relay putri sekaligus memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 13,174 detik pada semifinal.
Awal kompetisi tidak menjanjikan kemenangan gemilang. Pada tahap kualifikasi, duo ini menempati posisi keempat dengan waktu 14,27 detik, jauh di belakang tim-tim unggulan. Namun, semangat dan strategi yang matang mengubah nasib mereka di babak berikutnya.
Di semifinal, Desak dan Kadek berhadapan dengan pasangan tuan rumah China, Zhou Yafei dan Deng Lijuan, yang pada saat itu memegang rekor dunia. Persaingan berlangsung sengit, namun duo Indonesia melesat dengan waktu 13,174 detik, melampaui catatan lawan sebesar 0,004 detik dan sekaligus menorehkan rekor dunia baru dalam kategori speed relay putri.
“Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor. Fokus kami saat itu hanya ingin tampil maksimal di setiap lintasan,” ujar Desak Made Rita setelah mengukir prestasi tersebut. Kata-kata itu mencerminkan pendekatan sederhana namun efektif yang diterapkan oleh atlet dan pelatih mereka.
Final menanti dengan tantangan baru melawan pasangan Korea Selatan, Jeong Jimin dan Sung Hanaerum. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, Desak dan Kadek mencatatkan waktu 13,76 detik, cukup jauh di atas 16,50 detik lawan, memastikan medali emas bagi Indonesia. “Medali ini saya persembahkan untuk Indonesia. Ini Asian Beach Games pertama saya dan langsung emas. Semoga menjadi awal yang baik untuk target-target besar berikutnya,” tambah Desak.
Kadek Adi Asih, yang sebelumnya belum berhasil meraih podium di nomor individu, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pendukung: “Emas ini sangat berarti bagi saya pribadi. Terima kasih atas seluruh dukungan masyarakat Indonesia.” Kedua atlet menegaskan pentingnya dukungan tim, termasuk peran pelatih baru, Galar Pandu Asmoro, yang memperkenalkan metode latihan variatif dan fokus pada kecepatan sprint.
Keberhasilan duo putri ini melengkapi total medali panjat tebing Indonesia: satu emas dan dua perak. Medali perak pertama diraih oleh pasangan putra Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby Al Hilmi di nomor men’s relay, yang mengakhiri kompetisi dengan catatan 9,80 detik, hanya terpaut 0,05 detik dari tim China yang mencatat 9,75 detik. Meskipun harus puas dengan perak, penampilan mereka menunjukkan konsistensi dan potensi besar untuk kompetisi mendatang.
Manajer Tim Nasional, Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai hasil ini sebagai modal penting untuk menjaga performa di level internasional, termasuk persiapan untuk World Climbing Series 2026 di Wujiang serta Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya. Ia menambahkan, “Prestasi ini menegaskan bahwa Indonesia siap bersaing di panggung dunia, terutama dengan dukungan infrastruktur dan pembinaan atlet yang terus ditingkatkan.”
Secara keseluruhan, pencapaian Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih tidak hanya menambah koleksi medali Indonesia, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mengejar prestasi di cabang olahraga yang masih relatif baru di tanah air. Dengan rekor dunia yang baru saja tercipta, harapan akan peningkatan investasi, pelatihan, dan popularitas panjat tebing di Indonesia semakin menguat.
Berikut rangkuman medali panjat tebing Indonesia di Asian Beach Games 2026:
- Emas – Speed Relay Putri: Desak Made Rita & Kadek Adi Asih (13,76 detik)
- Perak – Men’s Relay: Raharjati Nursamsa & Antasyafi Robby (9,80 detik)
- Perak – Speed Relay Putri (semifinal) – Rekor dunia: 13,174 detik
Dengan pencapaian ini, Indonesia menatap masa depan yang cerah dalam olahraga panjat tebing, siap menantang tantangan lebih besar di ajang internasional berikutnya.
