Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 16 Juni 2026 | Pertandingan antara Jerman dan Curaçao di Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor telak 7-1 untuk Jerman. Pertandingan ini tidak hanya menarik karena skor yang mencolok, tetapi juga karena insiden kontroversial yang melibatkan seorang pejabat pertandingan.
Sebelum pertandingan, terjadi kontroversi ketika seorang pejabat pertandingan, Shaun Evans dari Australia, membuat gerakan tangan yang menyerupai simbol supremasi kulit putih. Insiden ini mendapat perhatian dari Fare network, organisasi yang bermitra dengan FIFA dan UEFA untuk memantau rasisme dan diskriminasi di pertandingan sepak bola internasional.
Di sisi lain, pertandingan antara Jerman dan Curaçao juga menunjukkan momen persahabatan yang indah. Setelah pertandingan, para pemain dari kedua tim bergabung untuk berdoa bersama, menunjukkan bahwa sepak bola dapat mempersatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
Pertandingan ini juga menarik karena Curaçao, yang merupakan negara dengan populasi terkecil yang pernah berpartisipasi di Piala Dunia, dapat mencetak satu gol melalui Livano Comenencia. Namun, Jerman terlalu kuat dan menghancurkan Curaçao dengan skor 7-1.
Kemenangan Jerman ini sekaligus menjadi salah satu hasil paling mencolok di empat hari pertama Piala Dunia 2026. Total ada 35 gol yang sudah tercipta sepanjang turnamen sampai laga Jerman ini, dan Jerman sendiri menyumbang 7 di antaranya hanya dalam satu pertandingan.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang sangat menarik dan penuh dengan kejutan. Dengan banyak tim yang berpotensi untuk maju ke babak selanjutnya, pertandingan antara Jerman dan Curaçao hanya merupakan awal dari serangkaian pertandingan yang akan memanjakan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
