Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami lonjakan nilai pasar sebesar Rp 5,2 triliun pada hari Rabu, 6 Mei 2026, setelah serangkaian perkembangan di ruang sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan dan Teknologi Nadiem Makarim. Lonjakan tersebut tidak hanya tercermin dalam pergerakan harga per lembar saham, melainkan juga dalam persepsi investor terhadap risiko hukum yang kini tampak berkurang.
Pada sesi perdagangan pagi, harga saham GOTO stabil di kisaran Rp 50 per lembar, dengan volume perdagangan mencapai 32,8 juta lembar dan nilai transaksi harian sekitar Rp 156,5 miliar. Namun, setelah sidang lanjutan berlangsung dan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna memberikan keterangan sebagai ahli meringankan (a de charge), pasar bereaksi positif. Pada pukul 13:00 WIB, harga saham naik menjadi Rp 51,5 per lembar, menandai peningkatan kapitalisasi pasar sebesar Rp 5,2 triliun.
| Waktu | Harga Saham (Rp) | Kapitalisasi (Triliun) |
|---|---|---|
| 06/05 09:30 | 50,00 | 5,0 |
| 06/05 13:00 | 51,50 | 5,2 |
Para analis pasar menilai bahwa pernyataan Agung Firman, yang menekankan standar audit, independensi, dan bukti kuat dalam perhitungan kerugian negara, memberikan sinyal bahwa proses peradilan masih jauh dari putusan final yang dapat menjerat Nadiem dengan denda atau sanksi berat. Sebagai hasilnya, investor menurunkan estimasi eksposur hukum terhadap GOTO, yang secara tidak langsung terhubung dengan Nadiem melalui investasi Google di Gojek serta peran strategisnya dalam ekosistem digital Indonesia.
Selain keterangan ahli, faktor lain yang memperkuat optimisme pasar adalah permintaan Nadiem untuk penangguhan tahanan demi menjalani operasi medis. Permohonan tersebut, meskipun bersifat pribadi, menandakan bahwa proses hukum tidak akan berujung pada penahanan jangka panjang, sehingga mengurangi ketidakpastian bagi pemegang saham. Media bisnis menyoroti bahwa selama lima hari terakhir, saham GOTO turun 10,71% dan secara year‑to‑date menurun 27,54%, sehingga peluang pemulihan harga menjadi menarik bagi spekulan.
- Penurunan kerugian yang didakwa (Rp 2,1‑2,18 triliun) belum terkonfirmasi secara hukum.
- Testimoni ahli BPK menekankan pentingnya bukti audit yang sahih, bukan sekadar dugaan.
- Investasi Google di Gojek (yang menjadi dasar klaim Nadiem memperoleh Rp 809 miliar) masih dalam tahap evaluasi.
Secara sektoral, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,65% pada hari itu, sementara sektor teknologi dan konsumer non‑siklikal mencatat kenaikan masing‑masing 1,98% dan 1,35%. Kinerja positif pasar saham secara umum memberikan dukungan tambahan bagi GOTO, yang berada di sektor teknologi dan e‑commerce.
Para pakar keuangan memperingatkan bahwa lonjakan nilai pasar sebesar Rp 5,2 triliun masih bersifat sementara dan tergantung pada perkembangan selanjutnya di persidangan. Jika hakim memutuskan bahwa kerugian negara memang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, tekanan penurunan nilai saham kemungkinan akan kembali muncul. Sebaliknya, jika proses hukum berakhir dengan penyelesaian damai atau pengurangan denda, GOTO dapat melanjutkan tren pemulihan harga yang telah dimulai.
Kesimpulannya, kombinasi antara pernyataan ahli meringankan, penurunan persepsi risiko hukum, serta sentimen bullish di pasar saham Indonesia menjadi motor penggerak utama nilai saham Nadiem melonjak Rp 5,2 triliun pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Investor disarankan tetap memantau jalannya sidang Chromebook dan kebijakan regulator terkait pengadaan teknologi di sektor publik, karena faktor‑faktor tersebut akan terus memengaruhi nilai pasar GOTO ke depan.
