Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 31 Juli 2026 | Harga emas dunia (XAUUSD) mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini. Menurut analisis terbaru dari Dupoin Futures, momentum bullish mulai terlihat setelah harga berhasil keluar dari fase konsolidasi yang sempat membatasi ruang gerak pasar dalam beberapa sesi terakhir.
Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa pola grafik yang terbentuk serta dukungan indikator teknikal memberikan sinyal positif bagi emas untuk melanjutkan kenaikan selama level support utama tetap mampu dipertahankan.
Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini membentuk pola Falling Wedge, yang dikenal sebagai salah satu pola teknikal yang sering mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren bullish. Pola ini biasanya muncul setelah harga mengalami tekanan jual dalam periode tertentu, kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan momentum bearish sebelum akhirnya bergerak naik.
Menurut James Hyerczyk, FedWatch menunjukkan peluang 32% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Juli dan sekitar 77% untuk kenaikan pada bulan September, sehingga meninggalkan XAUUSD rentan terhadap volatilitas yang meningkat.
Keputusan Federal Reserve yang akan diumumkan oleh Ketua Kevin Warsh dapat mempengaruhi harga emas. Jika Warsh tidak mengambil keputusan yang hawkish, maka dollar AS dapat melemah, yang dapat mendorong kenaikan harga emas.
Namun, jika keputusan Warsh terlalu hawkish, maka harga emas dapat turun karena dolar AS menguat. Oleh karena itu, pergerakan harga emas saat ini sangat bergantung pada keputusan Federal Reserve.
Di sisi lain, harga emas juga dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS dan suku bunga. Jika dolar AS melemah, maka harga emas cenderung naik. Sebaliknya, jika dolar AS menguat, maka harga emas cenderung turun.
Untuk itu, para investor perlu memantau keputusan Federal Reserve dan pergerakan dolar AS untuk memprediksi arah harga emas di masa depan.
