Barito Pacific Catat Laba USD 271 Juta di Kuartal I 2026, Dorong Optimisme Pasar Saham Indonesia

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Barito Pacific Tbk (BRPT) kembali menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia setelah mengumumkan laba bersih sebesar USD 271 juta (sekitar Rp 4,1 triliun) pada kuartal I 2026. Pencapaian ini menandai lonjakan hampir 460% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menegaskan peran strategis bisnis kilang minyak perusahaan dalam menggerakkan profitabilitas.

Menurut laporan keuangan yang dirilis pada awal Mei, pendapatan grup naik signifikan berkat peningkatan volume penjualan produk minyak dan gas, serta margin yang lebih tinggi pada unit Kilang Pertamina Barito. Kilang yang berlokasi di Kalimantan Tengah ini memproses lebih dari 150 ribu barel per hari, mengubah crude menjadi produk bernilai tinggi seperti bensin, diesel, dan avtur. Kontribusi kilang diperkirakan menyumbang lebih dari setengah total laba bersih perusahaan.

Baca juga:
Item Kuartal I 2026 Kuartal I 2025 Perubahan
Laba Bersih (USD) 271 juta 55 juta +392%
Pendapatan (USD) 1,8 miliar 1,4 miliar +28%
EBITDA (USD) 480 juta 210 juta +129%

Data keuangan tersebut memberikan dorongan positif pada pergerakan saham Barito Pacific. Pada sesi perdagangan 5 Mei 2026, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah 0,2% menjadi 6.958,1 poin, namun saham BRPT tetap mencatat kenaikan lebih dari 8% dan menjadi salah satu kontributor utama penguatan sektor energi. Investor menilai profitabilitas yang melonjak sebagai sinyal bahwa perusahaan berada di jalur pertumbuhan berkelanjutan.

Peningkatan kinerja Barito Pacific juga berpotensi memengaruhi agenda pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya wacana pembentukan Provinsi Barito Raya. Pemerintah daerah telah mengusulkan pemekaran wilayah yang mencakup lima kabupaten: Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Barito Kuala. Jika terbentuk, provinsi baru ini diharapkan akan meningkatkan koordinasi infrastruktur, mempercepat investasi, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi perusahaan energi seperti Barito Pacific.

Para analis menilai bahwa sinergi antara profitabilitas perusahaan dan kebijakan desentralisasi dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kondusif. Mereka memperkirakan bahwa dalam dua tahun ke depan, nilai pasar Barito Pacific dapat menembus level Rp 30.000 per lembar, seiring dengan peningkatan volume penjualan produk kilang dan ekspansi ke sektor energi terbarukan.

Secara keseluruhan, kinerja kuartal I 2026 menegaskan kembali posisi Barito Pacific sebagai pemain utama industri energi Indonesia. Dengan laba bersih yang melonjak, dukungan dari indeks saham, serta potensi manfaat dari pemekaran wilayah Barito Raya, perusahaan tampak berada pada momentum yang kuat untuk mengoptimalkan pertumbuhan jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *