Harga Solar Makin Mahal, Pemilik Mobil Diesel Modern Harus Siap Konsekuensi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Mei 2026 | Harga solar di sejumlah SPBU menjadi sorotan karena mengalami kenaikan pada Mei 2026. Bahkan di sejumlah SPBU swasta, harga BBM diesel kini mendekati Rp 31.000 per liter. Kondisi tersebut membuat selisih harga antara solar subsidi dan non subsidi semakin lebar.

Sebagai gambaran, harga Biosolar subsidi pemerintah dari Pertamina saat ini dijual Rp 6.800 per liter. Beda jauh dengan solar non subsidi yaitu Dexlite seharga Rp 23.600 per liter dan Pertamina Dex Rp 23.900 per liter.

Baca juga:

Namun di tengah kenaikan harga tersebut, pemilik mobil diesel modern tetap harus memperhatikan kualitas bahan bakar yang digunakan. Apin, pemilik bengkel Pelita Motor di sentra otomotif Blok M Mall, mengatakan, pemilik mobil diesel modern harus memahami bahwa kendaraan dengan teknologi tersebut memang membutuhkan bahan bakar sesuai spesifikasi pabrikan.

"Jadi kalau kita beli mobil, ya harus siap juga beli bahan bakarnya. Masa sudah bisa beli mobil ratusan juta rupiah, tapi mau pakai solar yang jelek atau kualitasnya buruk, kan tidak masuk akal," ujar Apin.

Ia menjelaskan, seluruh produsen kendaraan diesel modern pada dasarnya sudah memberikan rekomendasi penggunaan solar dengan kandungan sulfur rendah.

"Semua prinsipal yang mengeluarkan mobil common rail, entah itu Mitsubishi, Toyota, Mercedes, BMW, atau merek lainnya, pasti memberikan pedoman bahwa mobil tersebut harus menggunakan bahan bakar dengan kadar sulfur rendah," jelasnya.

Kualitas bahan bakar menjadi faktor penting pada mesin diesel modern, terutama yang sudah mengadopsi sistem common rail. "Tapi kandungan bahan bakarnya itu harus sesuai. Jadi bahan bakar yang kita beli ya harus sesuai dengan yang seharusnya kita dapat," kata Apin.

Secara teknis, solar dengan kandungan sulfur tinggi dapat meninggalkan residu dan kerak pada sistem pembakaran. Kondisi ini berpotensi menyumbat nozzle injektor hingga merusak pompa bahan bakar.

Padahal, lubang injektor pada mesin diesel modern memiliki ukuran sangat kecil dan presisi. Jika terkena endapan dari bahan bakar berkualitas rendah, performa mesin bisa menurun drastis dan biaya perbaikannya tidak murah.

Selain itu, sistem common rail bekerja dengan tekanan bahan bakar sangat tinggi agar proses pembakaran lebih halus, efisien, serta ramah lingkungan. Karena itu, penggunaan solar dengan kandungan sulfur rendah, maksimal 50 ppm, menjadi syarat penting agar injektor, pompa, dan katup kontrol tekanan atau suction control valve (SCV) tetap awet.

Kesimpulan dari hal ini adalah pemilik mobil diesel modern harus memperhatikan kualitas bahan bakar yang digunakan untuk menjaga performa mesin dan menghindari kerusakan. Dengan demikian, mereka dapat menikmati kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *