Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Mei 2026 | PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dua perusahaan konstruksi besar di Indonesia, baru-baru ini melakukan perubahan jajaran pimpinan. Perubahan ini dilakukan dalam rangka memperkuat transformasi bisnis dan meningkatkan kinerja perusahaan.
PT Adhi Karya melakukan perubahan susunan komisaris dan direksi dalam RUPST tahun buku 2025. Arthur Lombogia dan Alloysius Suko Widigdo diberhentikan, digantikan oleh Alexander Rubi Satyoadi serta Harimawan di posisi masing-masing. Struktur direksi disesuaikan menjadi tujuh posisi dengan penghapusan Direktur Operasi III dan perubahan nomenklatur menjadi Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko.
Sementara itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk juga melakukan perubahan jajaran direksi dan komisaris. Harris Arthur Hedar kembali dipercaya sebagai Komisaris Independen WIKA, setelah sebelumnya menjabat posisi yang sama sejak pertama kali diangkat pada tahun 2020. Susunan baru mencakup I Ketut Pasek Senjaya Putra sebagai Direktur Utama, dengan jajaran direksi dan komisaris lain seperti Apri Artoto, Vera Kirana, dan Mulyadi.
Perubahan jajaran pimpinan ini menjadi salah satu agenda utama perseroan dalam rangka memperkuat transformasi bisnis serta meningkatkan kinerja perusahaan ke depan. Dengan keputusan tersebut, Harris kembali masuk dalam jajaran Dewan Komisaris WIKA bersama Komisaris Utama Apri Artoto, Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo dan Adityawarman, serta Komisaris Suwarta.
PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya juga membahas sejumlah agenda lainnya, seperti persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan tahun buku 2025, laporan penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN), perubahan anggaran dasar, serta perubahan susunan direksi dan dewan komisaris.
Kedua perusahaan ini juga membukukan kontrak baru dan penjualan yang cukup besar. PT Adhi Karya membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun dan kontrak dihadapi sebesar Rp50,55 triliun, sedangkan PT Wijaya Karya membukukan kontrak baru sebesar Rp20,44 triliun dan total aset mencapai Rp50,15 triliun.
Dengan perubahan jajaran pimpinan dan pembahasan agenda lainnya, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya siap menghadapi tantangan industri konstruksi yang semakin ketat. Kedua perusahaan ini berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta melanjutkan transformasi bisnis guna mendukung keberlangsungan usaha yang berkelanjutan di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Kesimpulan, perubahan jajaran pimpinan PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya merupakan langkah strategis untuk memperkuat transformasi bisnis dan meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan keputusan tersebut, kedua perusahaan ini siap menghadapi tantangan industri konstruksi yang semakin ketat dan berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta melanjutkan transformasi bisnis guna mendukung keberlangsungan usaha yang berkelanjutan.
