Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Mei 2026 | TNI Angkatan Laut sedang mempersiapkan personel dan infrastruktur pangkalan untuk menyambut hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menargetkan kapal induk tersebut tiba di Indonesia sebelum perayaan HUT TNI pada Oktober 2026.
Menurut Ali, persiapan tersebut mencakup penyiapan personel hingga infrastruktur pangkalan sebagai bagian dari kesiapan Indonesia menyambut kapal induk tersebut. “Untuk personel sudah disiapkan, sudah disiapkan dan nanti akan segera dikirim ke Italia. Kemudian pangkalan mungkin nanti kita siapkan juga di mungkin di beberapa tempat di Indonesia ini,” kata Ali.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kapal tersebut juga dilengkapi berbagai sistem persenjataan dan pertahanan, seperti radar jamming, peluncur rudal antipesawat Sea Sparrow, meriam Oto Melara, hingga tabung torpedo.
Indonesia akan menerima hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia melalui skema kerja sama antarpemerintah atau government to government. Kementerian Pertahanan sedang berkoordinasi dengan pihak Italia mengenai detail teknis pengiriman kapal buatan galangan Fincantieri tersebut ke Indonesia.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk buatan Fincantieri yang sebelumnya dioperasikan Angkatan Laut Italia sejak 1985. Kapal tersebut memiliki kesamaan dengan dua kapal perang baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang sama-sama diproduksi oleh Fincantieri.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali berharap kapal induk Giuseppe Garibaldi sudah dapat tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI pada Oktober 2026 mendatang. TNI AL masih menunggu koordinasi lanjutan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terkait proses penerimaan kapal induk dari galangan kapal Italia, Fincantieri.
Menurut Ali, pembangunan pangkalan menjadi bagian dari kesiapan TNI AL dalam mengoperasikan kapal induk pertama Indonesia tersebut. Meski demikian, ia belum mengungkap lokasi pangkalan yang disiapkan maupun perkembangan pembangunan infrastrukturnya.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki kemampuan melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kapal tersebut juga dilengkapi berbagai sistem persenjataan dan pertahanan, seperti radar jamming, peluncur rudal antipesawat Sea Sparrow, meriam Oto Melara, hingga tabung torpedo.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menekankan bahwa TNI AL harus siap mengoperasikan kapal induk Giuseppe Garibaldi dengan baik. Ia berharap kapal induk tersebut dapat meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjaga keamanan laut Indonesia.
Dalam kesimpulan, TNI Angkatan Laut sedang mempersiapkan diri untuk menerima hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia. Kapal induk tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjaga keamanan laut Indonesia. TNI AL berharap kapal induk tersebut dapat tiba di Indonesia sebelum perayaan HUT TNI pada Oktober 2026.
