Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Manchester City berhasil memastikan tempatnya di final FA Cup 2026 setelah menumpaskan Southampton dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang digelar di Stadion Wembley, Sabtu 25 April 2026. Momen krusial datang pada menit-menit akhir ketika gelandang asal Galicia, Nico González, mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti, mengubah hasil pertandingan menjadi kemenangan dramatis.
Awal pertandingan memperlihatkan dominasi taktik Pep Guardiola. City menguasai bola dengan tekanan tinggi, sementara Southampton berusaha menahan serangan melalui blok pertahanan rapat. Pada menit ke-5, Omar Marmoush menebak arah tembakan Haaland yang meleset, menabrak tiang gawang Daniel Peretz. Kesempatan tersebut memberi City kepercayaan diri lebih, meski mereka menahan diri untuk tidak menurunkan pemain bintang secara prematur.
Southampton membuka keunggulan pada menit ke-79 lewat gol jarak jauh Finn Azaz yang memanfaatkan ruang di sisi kanan pertahanan City. Gol tersebut membuat tekanan meningkat pada skuad Guardiola, yang sempat tertinggal 1-0 di babak kedua. Namun, tidak lama setelah itu, Jérémy Doku menyeimbangkan kedudukan dengan tembakan cepat yang menembus pertahanan lawan.
Setelah penyamaan skor, Pep Guardiola melakukan pergantian strategis dengan menurunkan Savinho dan Nico González ke lapangan. Kedua pemain diminta memperlebar sayap dan menciptakan peluang dari jarak jauh. Dalam serangan balik, Nico González menerima umpan panjang di sisi kanan, berputar, lalu meluncurkan tembakan keras dari sekitar 25 meter yang melesat tepat ke sudut atas gawang Daniel Peretz. Gol tersebut menjadi gol penentu, menegaskan keunggulan City 2-1 dan mengamankan tiket final.
Gol Nico González tidak hanya penting secara statistik, melainkan juga emosional. Pemain berusia 24 tahun ini, yang sebelumnya menempuh karier di akademi Barcelona, Porto, dan bergabung dengan City pada Februari 2025 sebagai pengganti Rodrigo Hernández, kini mencatatkan momen paling berkesan dalam kariernya. Sebelum pertandingan, ia mencatat tiga gol di semua kompetisi; gol di Wembley menjadi yang keempat dan sekaligus gol paling signifikan.
Penampilan City dalam semifinal menunjukkan pola konsistensi yang mengukuhkan mereka sebagai tim pertama dalam sejarah FA Cup yang mencapai empat final beruntun. Meskipun hanya memenangkan satu dari tiga final sebelumnya (2022-2023), keberhasilan ini menegaskan dominasi mereka dalam kompetisi domestik tertua di dunia.
Reaksi pasca pertandingan sangat positif. Fans City yang hadir di Wembley bersorak riuh, menyanjung aksi heroik Nico González yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) pertandingan. Di ruang ganti, Guardiola memuji ketenangan dan keputusan taktis pemain muda tersebut, menambahkan bahwa gol tersebut menunjukkan kedalaman skuad dan kemampuan pemain cadangan untuk tampil di momen krusial.
Dengan hasil ini, Manchester City akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Chelsea dan Leeds United dalam final FA Cup yang dijadwalkan pada akhir pekan mendatang, kembali di Wembley. Pertarungan ini diprediksi akan menjadi ujian terakhir bagi Guardiola dalam upaya menambah koleksi trofi di Inggris.
Statistik singkat pertandingan: Total tembakan City 18, Southampton 11; penguasaan bola 62% untuk City; kartu kuning masing-masing satu. Gol Nico González tercatat sebagai gol ke-12 dalam fase semifinal FA Cup musim ini, menempatkannya di antara gol paling penting dalam sejarah turnamen.
