Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Persaingan internal di Feyenoord semakin memanas menyusul kekosongan posisi direktur utama. Mantan pelatih AZ, Robert Eenhoorn, menyatakan kesiapannya untuk mengisi jabatan tersebut, menambah dinamika di dewan komisioner klub asal Rotterdam.
Menurut pengamat klub, Mikos Gouka, dukungan terhadap Eenhoorn terbagi. Alexander van der Lely dan Rob Tromp menjadi pendukung vokal, sementara Eelco Blok dan Toon van Bodegom menaruh keraguan. Di antara para pendukung, Eenhoorn digambarkan sebagai kandidat impian, dianggap mampu menyeimbangkan antara visi jangka panjang dan kebutuhan operasional tim.
Di balik layar, mantan pengurus Sjaak Troost masih memiliki pengaruh signifikan meskipun secara resmi tidak lagi menjadi anggota dewan. Masa jabatannya secara formal masih berlaku hingga awal 2027, dan suaranya diperkirakan tetap terdengar melalui hubungan dekat dengan Van Bodegom. Namun, posisi Van Bodegom sendiri menjadi sorotan; sebagian suporter menuntut ia mengundurkan diri setelah masa jabatan kini berakhir, mengingat ia dianggap terlalu banyak campur tangan dalam kebijakan harian klub.
Sementara itu, pelatih kepala Robin van Persie menegaskan kepuasannya atas kerja sama dengan Dick Advocaat, yang sejak Maret menjabat sebagai penasihat taktis. Dalam konferensi pers pasca kemenangan 3-1 melawan FC Groningen di De Kuip, Van Persie menyatakan, “Saya berbicara dengan Dick setiap hari, bahkan ketika dia tidak berada di lapangan. Diskusi kami sangat konstruktif dan membantu tim menjadi lebih kompak.”
Kemenangan melawan Groningen bukan hanya menambah tiga poin penting, melainkan juga mengokohkan posisi Feyenoord di peringkat kedua Eredivisie. Pertandingan berlangsung dengan tekanan tinggi, namun gol-gol cepat yang dicetak menegaskan bahwa taktik yang dibantu oleh Advocaat memberikan dampak positif pada performa tim.
Van Persie menambahkan keinginannya untuk mempertahankan kerjasama dengan Advocaat pada musim depan. “Jika tergantung pada saya, saya sangat senang jika Dick tetap terlibat,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan keinginan manajemen untuk menjaga stabilitas teknis, terutama menjelang fase penutup musim yang menantang.
Selain Advocaat, nama Giovanni van Bronckhorst muncul sebagai calon penguat dalam struktur teknis. Mantan pelatih Feyenoord tersebut kini terikat kontrak dengan Liverpool, namun kabar beredar bahwa pertemuan awal telah dilakukan untuk membahas kemungkinan kepulangannya. Hingga kini, belum ada keputusan konkret, namun potensi kembalinya Van Bronckhorst dianggap dapat menambah nilai strategis bagi klub.
Di sisi lain, masalah cedera pemain menjadi alasan utama penurunan performa tim pada awal musim ini. Manajemen berencana merombak staf medis serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kebugaran. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko cedera di sisa kompetisi.
Berbagai spekulasi mengenai masa depan kepemimpinan Feyenoord terus beredar. Jika Eenhoorn resmi terpilih sebagai direktur utama, ia diperkirakan akan bekerja sama erat dengan Van Bodegom, Advocaat, dan Van Persie untuk menata strategi jangka panjang. Di sisi lain, ketua dewan pengawas dilaporkan mengincar masa jabatan ketiga, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam struktur klub tradisional.
Keseluruhan situasi menuntut keputusan cepat dan terkoordinasi. Klub harus menyeimbangkan antara stabilitas manajerial, kebijakan medis, serta aspirasi kompetitif di Eredivisie. Dengan dukungan internal yang masih terpecah, keberhasilan Feyenoord di musim depan sangat bergantung pada kemampuan para pemangku kepentingan untuk menemukan titik temu dan mengimplementasikan rencana yang konsisten.
Jika semua elemen bekerja selaras—Einhoorn sebagai direktur utama, Advocaat tetap sebagai penasihat, serta kemungkinan kembalinya Van Bronckhorst—Feyenoord memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisi kedua, atau bahkan bersaing merebut gelar juara. Namun, ketidakpastian politik internal tetap menjadi faktor risiko utama yang harus dihadapi klub dalam beberapa bulan mendatang.
