Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Mei 2026 | Google baru-baru ini mengumumkan peluncuran Google AI Ultra, sebuah layanan AI yang menawarkan kemampuan lebih maju daripada layanan AI sebelumnya. Dalam beberapa minggu terakhir, Google telah melakukan beberapa perubahan pada layanan AI Ultra, termasuk penambahan fitur baru dan perubahan pada antarmuka pengguna.
Selain itu, Google juga telah meluncurkan sebuah alat baru yang memungkinkan pengguna untuk membuat aplikasi Android tanpa perlu memiliki pengetahuan tentang coding. Alat ini disebut Google AI Studio, dan telah digunakan oleh lebih dari 250.000 pengguna untuk membuat aplikasi Android dalam waktu hanya satu minggu.
Namun, tidak semua berita tentang Google AI Ultra adalah positif. Beberapa pengguna telah melaporkan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam memahami perbedaan antara dua layanan AI Ultra yang ditawarkan oleh Google, yaitu layanan AI Ultra yang lebih murah dan layanan AI Ultra yang lebih mahal. Perbedaan antara kedua layanan ini adalah jumlah AI yang ditawarkan, dengan layanan AI Ultra yang lebih mahal menawarkan 20 kali lebih banyak AI daripada layanan AI Ultra yang lebih murah.
Selain itu, Google juga telah mengeluarkan peringatan tentang bahaya keamanan yang terkait dengan penggunaan AI. Menurut Google, hacker telah menggunakan AI untuk menciptakan kerentanan keamanan yang sangat berbahaya, yang dapat digunakan untuk melakukan serangan siber yang lebih efektif.
Dalam beberapa bulan terakhir, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah serangan siber yang menggunakan AI, dengan lebih dari 25 juta insiden yang dilaporkan dalam satu tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam serangan siber telah menjadi lebih umum dan lebih berbahaya.
Oleh karena itu, pengguna perlu waspada dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka dari serangan siber yang menggunakan AI. Ini dapat dilakukan dengan mengupdate perangkat lunak dan sistem operasi secara teratur, menggunakan antivirus yang efektif, dan menghindari mengklik tautan yang tidak dikenal atau membuka lampiran yang tidak dikenal.
