Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Juli 2026 | PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan kolaborasi untuk menyediakan akses pembiayaan perumahan berbasis syariah yang lebih luas bagi jutaan pekerja di Indonesia. Melalui kerja sama ini, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat menikmati fasilitas pembiayaan BSI Griya dengan berbagai keunggulan, seperti kepastian angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan dan tenor fleksibel hingga 30 tahun untuk menjaga stabilitas cashflow bulanan nasabah.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen nyata BSI dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi. Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan di Indonesia, dan melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil.
Inovasi layanan BSI Griya ini sengaja dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang saat ini mendominasi portofolio pembiayaan rumah di BSI. Dengan prinsip syariah, angsuran pembiayaan tetap sehingga perencanaan keuangan keluarga pekerja menjadi lebih terukur. Portofolio pembiayaan BSI Griya telah menembus Rp60,80 triliun hingga Mei 2026 dan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif yang konsisten.
BSI juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun hingga Mei 2026, tumbuh signifikan 16,73% secara tahunan. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp335 triliun, melonjak 14,60% year on year, dengan segmen konsumer sebagai motor penggerak utama. Kualitas aset BSI tetap sehat, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang berhasil ditekan membaik ke level 1,80 persen per Mei 2026.
Dalam kesimpulan, kolaborasi antara BSI dan BPJS Ketenagakerjaan membuka akses pembiayaan perumahan berbasis syariah yang lebih luas bagi pekerja di Indonesia, dengan keunggulan seperti angsuran tetap hingga 30 tahun dan perencanaan keuangan yang lebih terukur. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan nasional dan memacu pertumbuhan ekonomi.
