Cristhian Mosquera Dihujat: Mengapa Gunners Gagal di Etihad dan Apa Dampaknya bagi Gelar Premier League

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 April 2026 | Arsenal kembali menelan kekalahan 2-1 di Etihad Stadium pada laga lanjutan Premier League melawan Manchester City, menurunkan jarak mereka dari puncak klasemen menjadi tiga poin. Kekecewaan utama muncul pada penampilan pemain bertahan muda asal Kolombia, Cristhian Mosquera, yang ditempatkan di posisi right‑back meski biasanya berposisi centre‑back. Keputusan taktis pelatih Mikel Arteta mendapat sorotan tajam, terutama setelah Mosquera tampak kebingungan dalam membantu serangan dan gagal menahan tekanan sayap kanan City.

Menurut mantan pemain Manchester United dan pengamat sepak bola Gary Neville, Arsenal “terhambat secara besar-besaran” oleh dua pemainnya, yakni Piero Hincapie dan Cristhian Mosquera. Neville menilai bahwa ketidakmampuan Mosquera dalam menutup ruang serta kurangnya kontribusi ofensif menjadi faktor penting yang mengurangi efektivitas lini belakang Gunners. “Mereka kehilangan kecepatan dan ketajaman, terutama di sisi kanan,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Baca juga:

Sementara itu, mantan striker Blackburn Rovers, Troy Deeney, melontarkan kritik keras dengan menyatakan enam pemain Arsenal “tidak tampil” pada laga tersebut. Deeney menyinggung Mosquera secara tidak langsung ketika menilai bahwa kekurangan energi dan komitmen pada posisi tertentu membuat tim kehilangan keseimbangan. Ia menambahkan, “Jika enam pemain tidak memberikan apa yang diharapkan, maka seluruh tim akan terasa rapuh.”

Secara taktik, Arteta terpaksa menurunkan Mosquera karena Jurrien Timber masih mengalami cedera dan Ben White dinyatakan tidak fit. Pilihan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai fleksibilitas skuad, mengingat Mosquera berusia 21 tahun dan belum banyak pengalaman bermain di posisi full‑back. Pada babak pertama, Mosquera sering terdesak oleh Jeremy Doku, yang berhasil melewati beberapa kali pertahanan kanan Arsenal. Meskipun ia sempat melakukan beberapa umpan silang, kualitasnya masih dianggap kurang tajam dan tidak menghasilkan peluang jelas.

Di sisi lain, Arsenal menunjukkan beberapa momen positif. Kai Havertz, yang menggantikan Donnarumma setelah kesalahan kiper, berhasil menyeimbangkan skor lewat gol balasan setelah Rayan Cherki membuka duluan untuk City. Namun, kekurangan akhir pertandingan menjadi jelas ketika Erling Haaland mencetak gol penentu pada menit ke‑75, memanfaatkan ruang yang terbuka setelah Mosquera terlalu maju ke arah lini tengah, meninggalkan celah di belakang yang dieksploitasi City.

  • Penampilan Mosquera: kurang agresif, sering terjebak di posisi yang bukan zona nyaman.
  • Kritik Neville: menyoroti peran Mosquera dan Hincapie sebagai faktor penghambat.
  • Kritik Deeney: menilai enam pemain Arsenal tidak menunjukkan kualitas yang diharapkan.
  • Keputusan Arteta: memaksa Mosquera mengisi posisi right‑back karena cedera Timber dan White.
  • Dampak pada klasemen: Arsenal kini berada tiga poin di belakang City dengan selisih satu pertandingan.

Melihat performa tim secara keseluruhan, Arsenal tetap menunjukkan ketahanan defensif pada sebagian besar pertandingan, namun ketidakseimbangan antara lini belakang dan serangan menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan. Arteta diperkirakan akan mempertimbangkan mengembalikan Mosquera ke posisi centre‑back atau mencari alternatif lain di sayap kanan, terutama menjelang pertandingan melawan Newcastle United yang dijadwalkan minggu depan.

Kesimpulannya, kegagalan Arsenal mengatasi tekanan City tidak lepas dari keputusan taktis yang kontroversial, termasuk penempatan Cristhian Mosquera di posisi yang tidak familiar baginya. Kritik dari tokoh sepak bola ternama menambah beban pada Arteta untuk segera memperbaiki susunan pemain agar tidak lagi kehilangan poin penting di fase akhir kompetisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *