Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Mei 2026 | Stradenine klarifikasi bahwa brand sepatu lokal yang berpusat di Surabaya tidak terlibat dalam proyek pemerintah bernama Sepuluh Ratus Sepatu Sekolah Rakyat senilai Rp27,5 miliar. Klarifikasi tersebut disampaikan oleh pemiliknya, Reynaldi Kurniawan Daud, melalui unggahan resmi di Instagram serta pernyataan tertulis di akun media sosial X. Reynaldi menegaskan bahwa sepatu yang tampak dalam foto seremonial pada tahun 2025 memang diproduksi oleh Stradenine, namun tidak ada kontrak resmi atau pesanan khusus dari Kementerian Sosial atau pemerintah daerah.
Isu sempat memanas setelah foto dokumentasi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperlihatkan sepatu berdesain Stradenine saat menyerahkan sepatu kepada seorang siswa. Netizen langsung mengaitkan gambar tersebut dengan anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu, yang secara hitungan kasar menghasilkan angka sekitar Rp700 ribu per pasang. Angka tersebut kemudian menyebar luas di media sosial, menimbulkan spekulasi bahwa Stradenine memperoleh keuntungan berlebih melalui mark‑up pemerintah.
Reynaldi menjelaskan bahwa harga jual eceran resmi Stradenine berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp349.900, tergantung pada model dan bahan. Model paling terjangkau, slip‑on “Viona”, dijual seharga Rp179.900, sedangkan varian premium “Kitaro” berada di bawah Rp350 ribu. Harga tersebut jauh di bawah perkiraan Rp700 ribu yang beredar, sehingga tidak ada dasar bagi tuduhan mark‑up yang tidak wajar. Berikut rangkuman harga utama:
- Model Slip‑On Viona: Rp179.900
- Model Sneakers Kitaro: Rp349.900
- Model Casual Urban: Rp249.900
Selain harga, Reynaldi menegaskan bahwa seluruh proses distribusi Stradenine tetap melalui jalur ritel konvensional, distributor resmi, serta marketplace online yang telah terdaftar. Tidak ada mekanisme pembelian langsung dari kementerian, dan brand tidak pernah menerima surat penawaran atau dokumen tender terkait proyek Sepatu Sekolah Rakyat. Jika sepatu Stradenine memang dipakai dalam acara seremonial, hal itu kemungkinan besar merupakan pembelian biasa oleh pihak penyelenggara acara melalui toko ritel.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial pun memberikan klarifikasi bahwa angka Rp700 ribu per pasang merupakan perkiraan awal yang belum final. Menurut pernyataan resmi Mensos, spesifikasi teknis dan harga final akan ditentukan melalui proses lelang yang ketat, dengan batas maksimal harga yang masih di bawah Rp350 ribu per pasang. Hal ini sejalan dengan penjelasan Reynaldi bahwa harga pasar Stradenine berada dalam kisaran yang wajar untuk sepatu anak muda.
Isu harga tinggi dan dugaan korupsi ini menambah tekanan pada industri sepatu lokal yang sedang berupaya meningkatkan daya saing. Stradenine menegaskan komitmennya untuk menyediakan produk stylish dan terjangkau bagi generasi muda Indonesia, tanpa terlibat dalam praktik mark‑up yang merugikan konsumen. Reynaldi menambahkan bahwa brand akan terus meningkatkan kualitas bahan dan desain, sekaligus menjaga transparansi harga kepada publik.
Secara keseluruhan, klarifikasi Stradenine menunjukkan bahwa spekulasi harga Rp700 ribu per pasang tidak berlandaskan fakta. Brand tetap fokus pada penjualan ritel, dengan harga terjangkau antara Rp100 ribu hingga Rp350 ribu. Pemerintah juga menegaskan bahwa proses lelang akan memastikan harga yang wajar bagi program Sepatu Sekolah Rakyat. Publik diharapkan dapat menilai informasi secara kritis dan tidak terpengaruh rumor yang belum terverifikasi.
