Prabowo Tekankan Investasi Pendidikan Besar-Besaran: Renovasi 288 Ribu Sekolah dan Transformasi Digital Nasional

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen utama pemerintahnya dalam bidang pendidikan. Pada siaran langsung di Sekretariat Presiden pada 29 April 2026, ia menyatakan bahwa akan menaruh perhatian khusus pada investasi pendidikan untuk menyiapkan generasi yang siap bersaing di era global.

Prabowo menargetkan penyelesaian renovasi total sebanyak 288 ribu sekolah di seluruh nusantara pada tahun 2028. Ia menjelaskan bahwa hingga akhir 2026, sekitar 87 ribu sekolah sudah selesai direnovasi, dan sisanya akan dibagi rata antara tahun 2027 dan 2028. Renovasi meliputi perbaikan struktur bangunan, instalasi listrik yang aman, serta penyediaan fasilitas belajar modern seperti smart board interaktif.

Baca juga:

Langkah ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang mencatat lonjakan signifikan dalam renovasi sekolah: dari 17 ribu unit pada tahun sebelumnya menjadi 70 ribu unit pada 2026. Irfani menekankan bahwa selain infrastruktur, pemerataan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik tetap menjadi fokus utama, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Berikut beberapa poin utama yang disorot dalam agenda pendidikan Prabowo:

  • Renovasi total 288 ribu sekolah hingga 2028.
  • Pemasangan smart board dan perangkat digital di kelas untuk mendukung transformasi digital.
  • Program “Sekolah Rakyat” yang menargetkan peningkatan akses pendidikan di daerah 3T.
  • Penambahan tunjangan bagi guru non‑ASN serta upaya distribusi tenaga pengajar yang lebih adil.
  • Anggaran Revitalisasi sebesar Rp 14 triliun untuk sekolah terdampak bencana dan daerah 3T.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengkonfirmasi alokasi anggaran Rp 14 triliun pada 2026 untuk revitalisasi lebih dari 11.000 sekolah di wilayah yang paling membutuhkan, termasuk daerah yang terdampak bencana alam. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud nyata arahan Presiden untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikbudristek) Brian Yuliarto menambahkan bahwa pemerintah menuntut perguruan tinggi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan nasional. Penelitian dan inovasi kampus diharapkan selaras dengan prioritas pembangunan, sehingga lulusan dapat langsung berkontribusi pada sektor-sektor strategis.

Hardiknas 2026 menjadi momentum penting di mana Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa perubahan arah kebijakan pendidikan sudah nyata, namun tantangan masih berat. Ia menyoroti ketimpangan akses pendidikan berkualitas, terutama di daerah pelosok yang menghadapi biaya logistik tinggi untuk distribusi guru dan fasilitas belajar.

Secara keseluruhan, kebijakan ini mencerminkan sinergi antara renovasi fisik, digitalisasi, peningkatan kesejahteraan guru, dan penyesuaian kurikulum serta riset di perguruan tinggi. Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat menutup kesenjangan antara kota besar dan daerah terpencil, sekaligus menyiapkan generasi muda yang kompeten dan inovatif.

Investasi pendidikan yang dijanjikan Prabowo diharapkan tidak hanya meningkatkan sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan, beasiswa, dan kolaborasi riset internasional. Jika semua target tercapai tepat waktu, Indonesia akan menyongsong era baru di mana setiap anak bangsa mendapatkan pendidikan terbaik, terlepas dari lokasi geografisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *