Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 Juni 2026 | Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap II. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada 3.874 murid di Kepri yang belum diterima dalam SPMB jenjang SMA/SMK tahun 2026 tahap pertama.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, 3.874 murid itu bukan tidak diterima, namun mereka akan mendaftar di tahap kedua. Pihaknya telah menyiapkan beberapa sekolah untuk menampung ribuan pelajar tersebut.
Di Kepulauan Riau, jumlah pendaftar SPMB SMA/SMK tahun 2026 mencapai 30.476 siswa, dari total rencana daya tampung 35.452 siswa. Sebanyak 26.602 siswa sudah diterima, dengan rincian 14.374 siswa SMA dan 12.228 siswa SMK yang tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri.
SPMB tahap II akan dibuka pada 6-8 Juli 2026. Siswa yang belum diterima diharapkan tidak perlu khawatir, karena mereka akan diarahkan untuk memilih sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota daya tampung siswa.
Sementara itu, di Kabupaten Nunukan, program dokter terbang terapung menjadi salah satu upaya Pemkab Nunukan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Program tersebut melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, dokter spesialis, dokter umum, serta tenaga kesehatan dari puskesmas pengampu terdekat. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dokter spesialis, dokter umum, cek kesehatan gratis, imunisasi, promosi kesehatan, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Di Bangka Selatan, Pemerintah Kabupaten menemukan masih adanya kesalahan dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Kesalahan tersebut umumnya terjadi saat memilih jalur pendaftaran dan menentukan titik lokasi domisili melalui sistem GPS.
Kesimpulan, Penerimaan Murid Baru di Kepulauan Riau dan daerah lainnya masih memiliki beberapa kendala yang perlu diatasi. Namun, dengan adanya program-program seperti SPMB tahap II dan dokter terbang terapung, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah terpencil.
