Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Agustus 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih mengikuti kebijakan harga yang telah diberlakukan sejak awal bulan. Penyesuaian harga tersebut berlaku untuk sejumlah BBM nonsubsidi yang dijual melalui jaringan SPBU Pertamina.
Harga BBM nonsubsidi dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah komponen dalam penetapan harga, termasuk pajak daerah yang berlaku di masing-masing wilayah.
Salah satu faktor yang memengaruhi perbedaan harga adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). PBBKB merupakan pungutan daerah atas penggunaan bahan bakar untuk kendaraan bermotor dan tarifnya dapat berbeda di setiap provinsi.
Selain pajak, kondisi pasar energi internasional juga menjadi pertimbangan. Perubahan harga minyak mentah dunia dapat memengaruhi biaya pengadaan BBM, sementara nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing turut berpengaruh terhadap komponen biaya tersebut.
Warga Karanganyar, Jawa Tengah, masih setia dengan Pertamax meski harganya turun tipis. Sintya, seorang warga Karanganyar, mengaku lebih suka membeli Pertamax di SPBU Pertamina daripada Pertashop.
Harga BBM di seluruh wilayah Indonesia bisa dipantau melalui laman resmi Pertamina Patra Niaga. Dalam laman tersebut, ditampilkan harga Pertalite, Pertamax, Pertamax Green, hingga Pertamax Turbo.
PT Pertamina berada di garda terdepan untuk menjawab pertanyaan tentang ketersediaan BBM. Menjelang peringatan Kemerdekaan ke-81, bagaimana upaya-upaya Pertamina untuk menjaga ketahanan energi Indonesia?
Dalam kebijakan tersebut, sejumlah BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga, di antaranya Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green. Sebagai gambaran, konsumen di wilayah Jawa Barat kini dapat membeli Pertamax seharga Rp15.950 per liter.
Komitmen menjaga stabilitas juga diperluas lewat program BBM Satu Harga yang terus bergerak menjangkau masyarakat di wilayah 3T. Dari 583 titik yang sudah beroperasi, pemerintah tahun lalu menambah 225 lokasi baru untuk periode 2025–2029.
Pertamina Patra Niaga menunjukkan sepanjang 2025 penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai koridor kuota dan ketentuan pemerintah. Adapun realisasi penyaluran Pertalite tercatat mencapai 90,1 persen dari kuota nasional, solar subsidi mencapai 98,7 persen, dan minyak tanah 97,6 persen.
Cerita serupa juga terjadi di sektor LPG. Penyaluran LPG subsidi 3 kilogram terealisasi 99,77 persen dari kuota nasional sepanjang 2025. Sementara di segmen nonsubsidi rumah tangga, Bright Gas 5,5 kg tumbuh 13 persen dan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk menjaga stabilitas harga energi, pemerintah bersama Pertamina memilih untuk tidak bergeming. Subsidi dipertahankan dan bahkan ditambah, untuk menjaga stabilitas harga energi.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa stabilitas harga energi menjadi faktor krusial bagi perekonomian. Alasannya, stabilitas harga menjadi fondasi dari perencanaan ekonomi yang sehat.
Kestabilan harga itu sangat penting. Kenapa harus stabil? Supaya membuat perencanaan ekonomi lebih mudah.
Komitmen menjaga stabilitas harga energi merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketahanan energi Indonesia. Dengan demikian, pemerintah dan Pertamina berharap dapat menjaga stabilitas harga energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan, harga BBM Pertamax turun, warga Karanganyar setia dengan Pertamax meski turun tipis. Pertamina berkomitmen menjaga stabilitas harga energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
