Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 April 2026 | Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan kemajuan signifikan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan kota Batam. Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Afif Johan, menegaskan bahwa tingkat keaktifan peserta JKN di Kepri mencapai 82 persen, menjadikannya yang tertinggi di Indonesia. Pada kunjungan kerja bersama Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Nara Grace BR Ginting, Afif menyoroti capaian cakupan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 97,35 persen, dengan 2.272.667 jiwa dari total 2.334.574 penduduk terdaftar.
Data rinci segmen peserta JKN di Kepri dapat dilihat pada tabel berikut:
| Segmen | Jumlah (jiwa) |
|---|---|
| Pekerja Penerima Upah (PPU) | 954.743 |
| Penerima Bantuan Iuran APBN (PBI) | 612.817 |
| Penerima Bantuan Iuran APBD (PBI) | 307.756 |
| Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) | 376.506 |
| Bukan Pekerja (BP) | 20.843 |
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari inovasi layanan digital, terutama aplikasi JKN Mobile. Melalui aplikasi ini, peserta dapat melakukan perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa harus meninggalkan rumah. Proses perubahan faskes menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat diakses 24 jam sehari.
Berikut langkah-langkah praktis untuk pindah faskes menggunakan JKN Mobile dan kanal resmi lainnya:
- Unduh aplikasi JKN Mobile dari Play Store atau App Store, lalu login dengan NIK atau nomor kartu BPJS.
- Pilih menu “Ubah Data Peserta”, kemudian pilih “Faskes Tingkat I”.
- Tentukan provinsi, kabupaten/kota, dan pilih faskes baru yang diinginkan.
- Konfirmasi perubahan dengan kode OTP yang dikirim ke nomor handphone terdaftar serta PIN aplikasi.
- Pengajuan akan diproses dan faskes baru akan aktif pada tanggal 1 bulan berikutnya.
Selain aplikasi, peserta dapat memanfaatkan layanan WhatsApp PANDAWA (0811‑8165‑165), portal resmi bpjs‑kesehatan.go.id, Care Center 165, atau langsung mengunjungi kantor cabang BPJS terdekat. Semua kanal menyediakan bantuan administrasi, termasuk verifikasi dokumen pendukung seperti KTP atau surat pindah domisili.
Di Batam, capaian partisipasi JKN juga menunjukkan tren positif. BPJS Kesehatan Cabang Batam melaporkan bahwa sebanyak 345.192 warga terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) hingga April 2026. Total peserta JKN di Batam mencapai 1.346.369 jiwa dari 1.365.266 penduduk, mengindikasikan hampir seluruh masyarakat telah memiliki perlindungan kesehatan. Segmen PBI merupakan kelompok terbesar kedua setelah Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) yang berjumlah 562.610 jiwa.
Berbagai tantangan geografis di wilayah kepulauan, seperti keterbatasan transportasi dan distribusi fasilitas kesehatan, tetap menjadi perhatian. Namun, sinergi antara BPJS Kesehatan, pemerintah provinsi, dan stakeholder lokal diharapkan dapat mengoptimalkan layanan, memastikan bahwa setiap warga dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa hambatan.
Afif Johan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung program JKN dengan semangat gotong‑royong. Ia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan tetap terbuka terhadap keluhan dan pertanyaan melalui saluran resmi, termasuk kantor cabang, pusat panggilan 165, dan platform digital.
Dengan dukungan teknologi JKN Mobile, peningkatan partisipasi, dan kolaborasi lintas sektor, harapan besar bahwa wilayah Kepri dan Batam dapat mempertahankan capaian UHC serta meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi semua peserta.
