Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler β 17 Juni 2026 | Memasuki awal tahun baru Islam 1448 Hijriyah, umat Muslim disunnahkan untuk memperbanyak amalan kebaikan, salah satunya dengan berpuasa di bulan Muharram. Puasa di bulan ini merupakan puasa sunnah yang paling utama setelah bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan Muharram sebagai ibadah sunah yang paling utama setelah puasa Ramadhan.
Salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan adalah puasa Tasu’a dan Asyura, yang dikerjakan pada tanggal 9-10 Muharram secara berurutan. Bagi Anda yang ingin menunaikkan puasa sunnah di tahun ini, jadwal pelaksanaannya yakni sebagai berikut: Nawaitu shauma ghodin min yaumi tasuu’aa-in sunnatan lillahi ta’aalaa untuk puasa Tasua dan Nawaitu shauma ghodin min yaumi ‘asyura-a sunnatan lillaahi ta’aalaa untuk puasa Asyura.
Adapun membaca niat puasa Tasua sudah bisa dilaksanakan pada petang hari sebelumnya atau pada dini hari sebelum masuknya waktu imsak atau subuh. Niat puasa 1 Muharram adalah Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta’aala, yang artinya “Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta’ala”.
Keutamaan puasa Tasu’a dan Asyura antara lain menghapus dosa setahun yang lalu, puasa sunnah paling utama setelah Ramadhan, dan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam sejarah dan syariat Islam. Oleh karena itu, memahami niat puasa Muharram lengkap menjadi krusial bagi mereka yang ingin meraih keutamaan di awal tahun Hijriah.
Sebagai umat Muslim, kita harus memahami bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang meningkatkan ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami niat puasa Muharram dan keutamaannya, kita dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari ibadah puasa di bulan Muharram.
