Drama Balita 2 Tahun Tergelincir ke Atap Rumah di Lombok, Penyelamatan Dramatis dalam Satu Jam

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 April 2026 | Suasana tenang di Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah berubah menjadi kepanikan ketika seorang balita berusia dua tahun tiba-tiba muncul di atas genteng rumah keluarganya. Insiden yang terjadi pada Selasa, 21 April 2026, menyita perhatian warga dan menjadi sorotan media sosial setelah video penyelamatan tersebar luas.

Menurut keterangan sang ibu, Eliza, ia baru saja pergi ke kamar mandi ketika putranya, yang dikenal dengan inisial MRN atau nama lengkap Muhammad Riski Noprian, menghilang. Saat kembali, tetangga memberi tahu bahwa anaknya sudah berada di atas atap rumah. Eliza mengingat bahwa sebelumnya Riski sedang bermain pasir di dekat rumah tetangga dan diduga naik ke atap melalui kandang ayam yang terletak tepat di samping rumah.

Baca juga:

Video yang beredar menunjukkan balita tersebut berbaring tengkurap di atas genteng miring, tampak tenang namun tidak mampu turun sendiri. Warga sekitar bergegas menurunkan risikonya dengan menggunakan tangga. Salah satu tukang yang sedang mengerjakan proyek Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan tersebut tiba‑tiba datang dengan membawa tangga, lalu naik ke genteng dan membantu menurunkan Riski. Proses evakuasi memakan waktu hampir satu jam, selama itu Eliza dan anggota keluarga berusaha menenangkan anaknya agar tidak bergerak terlalu banyak.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Gonjak, Ahmad Samsul Haki, memastikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar tanpa ada luka pada balita. Ia menambahkan bahwa Riski memang dikenal aktif dan lincah, namun kejadian ini menjadi peringatan penting bagi orang tua untuk selalu mengawasi anak‑anak mereka, terutama di area dengan potensi bahaya seperti atap atau kandang hewan.

Berikut kronologi singkat kejadian:

  • 10.00 WIB: Eliza pergi ke kamar mandi, meninggalkan Riski yang sedang bermain di sekitar pasir.
  • 10.10 WIB: Nenek Eliza menanyakan keberadaan anaknya, kemudian menemukan bahwa Riski sudah berada di atas atap.
  • 10.15 WIB: Warga sekitar menghubungi Bhabinkamtibmas dan menyiapkan tangga untuk penyelamatan.
  • 10.20‑11.20 WIB: Proses evakuasi berlangsung, melibatkan tukang proyek MBG, warga, dan aparat keamanan.
  • 11.30 WIB: Riski berhasil turun dengan selamat, tidak mengalami luka serius.

Polisi setempat pun melakukan penyelidikan dan mengimbau orang tua agar lebih berhati‑hati dalam mengawasi anak, terutama di lingkungan rumah yang memiliki akses mudah ke area tinggi. Mereka menekankan pentingnya menutup atau mengamankan akses ke kandang ayam atau struktur serupa yang dapat menjadi jalur naik ke atap.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga mengangkat diskusi tentang keamanan anak di lingkungan rumah tradisional Indonesia, di mana struktur rumah sering kali memiliki atap yang dapat diakses dengan mudah. Para pakar keselamatan anak menyarankan pemasangan pagar pengaman di sekitar area berisiko dan edukasi bagi orang tua tentang bahaya yang mengintai di sekitar rumah.

Meski peristiwa ini berakhir dengan selamat, dampaknya terasa hingga ke komunitas sekitar. Warga Gonjak kini lebih waspada, dan beberapa rumah di wilayah tersebut mulai memasang penghalang tambahan pada kandang ayam serta memperbaiki akses ke atap agar tidak mudah dijangkau anak kecil.

Kasus balita atap Lombok ini menjadi contoh nyata betapa cepatnya situasi dapat berubah menjadi berbahaya bila pengawasan tidak ketat. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi, dan langkah preventif yang diambil dapat melindungi keselamatan generasi muda di wilayah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *