Petugas Damkar Jadi Korban Begal di Gambir, Pramono Anung Minta Penegakan Hukum Tegas

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 April 2026 | Seorang anggota pemadam kebakaran (damkar) DKI Jakarta menjadi korban pengeroyokan dan pembegalan di Jalan Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat pada dini hari tanggal 2 April 2026. Saat sedang melintasi kawasan Cideng, korban yang dikenal dengan inisial BM diserang oleh sekelompok orang yang mengendarai sepeda motor. Pelaku memaksa kendaraan damkar berhenti, kemudian melakukan pemukulan dan mengambil barang-barang pribadi korban, termasuk sepeda motor pribadi serta ponsel. BM mengalami luka-luka pada tubuhnya, namun kondisi kesehatannya dilaporkan telah stabil setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit setempat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan kepeduliannya setelah menerima laporan tentang insiden tersebut. Pramono menegaskan bahwa aksi kriminal semacam ini tidak dapat ditoleransi dan menuntut penegakan hukum yang tegas. Ia meminta Satpol PP untuk memberikan dukungan serta mengawal proses pelaporan ke aparat penegak hukum. “Kalau memang betul ada petugas Damkar yang dikeroyok oleh begal dan preman di Gambir, maka saya minta Satpol PP memberikan support bantuan dan juga melaporkan kepada aparat penegak hukum,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Jakarta Utara pada 7 April 2026. Gubernur menambahkan bahwa Jakarta harus tetap menjadi kota yang aman bagi semua warga dan petugas publik, serta menekankan pentingnya menjunjung tinggi prinsip negara hukum.

Baca juga:

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara, juga mengunjungi korban pada 7 April 2026. Dalam unggahan resmi Dinas, Bayu menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan memberikan dukungan moral kepada BM serta keluarga. Ia menekankan pentingnya proses penyelidikan tuntas oleh kepolisian, serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan kejahatan seperti dini hari. “Kami berharap peristiwa ini dapat segera diproses dan ditindaklanjuti sesuai prosedur oleh pihak berwajib,” tegas Bayu.

Kasus pembegalan terhadap petugas damkar ini muncul di tengah rangkaian peristiwa keamanan yang menimpa Jakarta pada minggu pertama April 2026. Sejumlah insiden lain, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta penangkapan pencopet di JPO Stasiun Jatinegara, menambah kekhawatiran publik tentang tingkat kriminalitas di ibukota. Pihak Kepolisian Metro Jaya menyatakan bahwa penyelidikan terhadap kasus begal ini telah dibuka, dan tim khusus sedang melakukan identifikasi saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Para ahli keamanan kota menilai bahwa peningkatan jumlah begal yang menargetkan petugas publik mencerminkan lemahnya koordinasi antara aparat keamanan, satpol PP, dan institusi terkait. Mereka merekomendasikan penambahan patroli di zona rawan, penggunaan teknologi pemantauan real‑time, serta pelatihan khusus bagi petugas damkar dalam menghadapi situasi konfrontasi. Sementara itu, pemerintah provinsi berjanji akan memperkuat mekanisme pelaporan dan perlindungan bagi korban kejahatan, termasuk menyediakan bantuan hukum dan kompensasi materiil bagi yang kehilangan barang pribadi. Masyarakat diharapkan tetap waspada, melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, dan mendukung upaya bersama untuk menegakkan ketertiban serta keamanan publik di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *