Tragedi ART Loncat Benhil: Dari Brebes dan Batang, Satu Tewas, Satu Patah Tangan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Jakarta Pusat – Pada malam Rabu, 22 April 2026, dua asisten rumah tangga (ART) berinisial D (18 tahun) dan R (30 tahun) terjun dari lantai empat sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), menimbulkan kepanikan warga sekitar. Kedua korban diketahui berasal dari provinsi Jawa Tengah, yakni satu dari Kabupaten Brebes dan satu lagi dari Kabupaten Batang.

Menurut saksi mata, suara keras terdengar sekitar pukul 23.00 WIB, diikuti dengan teriakan dan benda yang jatuh. Seorang warga bernama Thamrin, yang sedang bermain game di teras kos, melaporkan bahwa ia mendengar lima kali suara benda jatuh sebelum melihat dua perempuan tergeletak di tanah. Salah satu korban terbaring tengkurap, sementara yang lainnya miring dengan luka pada pergelangan tangan.

Baca juga:

Warga yang berada di dekat lokasi segera memanggil ambulans. Petugas medis mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RS Mintohardjo) di Bendungan Hilir. Di rumah sakit, D dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah, sedangkan R menjalani perawatan intensif karena mengalami patah tangan.

Identitas korban mulai terungkap melalui pemeriksaan tas pribadi. Di dalam tas R ditemukan KTP yang mencantumkan alamat asal di Brebes. Sementara identitas D belum dapat dipastikan karena KTP tidak dapat ditemukan atau rusak parah.

Polisi Metro Jakarta Pusat, yang dipimpin Kasat Reskrim AKBP Roby Saputra, menyatakan bahwa motif aksi tersebut masih dalam penyelidikan. Pada tahap awal, petugas mencatat bahwa kedua ART tampaknya tidak ingin kembali ke kamar kos, yang menimbulkan dugaan mereka berusaha melarikan diri. Ada pula laporan tidak resmi yang menyebutkan korban sempat dikurung di kamar, namun pihak kepolisian belum dapat mengonfirmasi hal tersebut.

  • 22/04/2026, 23.00 WIB – Kedua ART melompat dari lantai empat.
  • 22/04/2026, 23.10 WIB – Warga menemukan korban dan memanggil ambulans.
  • 22/04/2026, 23.30 WIB – Korban dibawa ke RS Mintohardjo.
  • 23/04/2026 – D dinyatakan meninggal; R dirawat dengan patah tangan.

Warga setempat, termasuk Nani (68 tahun), membantu proses evakuasi dan memberikan keterangan tentang latar belakang korban. Nani menjelaskan bahwa D telah bekerja selama tiga bulan di kos tersebut, sedangkan R baru seminggu pertama. Kedua korban tampak enggan memberi penjelasan mengenai alasan melompat, hanya menjawab dengan diam.

Para pihak kini menunggu hasil otopsi untuk D dan penyelidikan lanjutan terkait kemungkinan pelanggaran hak asasi pekerja rumah tangga. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan organisasi pekerja migran juga menyoroti kasus ini sebagai contoh risiko yang dihadapi ART di wilayah perkotaan.

Kasus ini menambah daftar insiden serupa yang menimbulkan keprihatinan publik terhadap kondisi kerja ART, terutama yang berasal dari Jawa Tengah dan tinggal di rumah kos dengan pengawasan minim. Pemerintah daerah DKI Jakarta telah berjanji meningkatkan pengawasan terhadap penyediaan kamar kos bagi pekerja migran, serta memperkuat mekanisme pelaporan kekerasan di tempat kerja.

Dengan dua korban yang berasal dari Brebre dan Batang, tragedi ini menjadi peringatan bagi majikan, penyedia kos, dan pihak berwenang untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan keamanan pekerja rumah tangga. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung, dan keluarga korban menanti kejelasan serta keadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *