Pesta Babi: Film Dokumenter yang Mengungkap Konflik Lahan dan Kehidupan Masyarakat Adat Papua

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 Mei 2026 | Film dokumenter Pesta Babi telah menjadi perbincangan hangat di Indonesia karena mengangkat isu-isu sensitif tentang kehidupan masyarakat adat Papua Selatan, konflik lahan, dan simbol budaya yang sarat makna dan kritik sosial. Film ini disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Cypri Dale, dua nama yang dikenal dalam dunia dokumenter Indonesia.

Menurut Dandhy Laksono, film Pesta Babi bukan hanya sekadar dokumenter biasa, tetapi juga merupakan praktik jurnalisme investigatif dalam format visual. Film ini mengikuti perubahan hutan adat di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi yang perlahan bergeser menjadi area industri, perkebunan tebu, sawit, dan proyek pangan besar.

Baca juga:

Film ini juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan berbagai proyek investasi yang berlangsung di kawasan Papua. Istilah Pesta Babi sendiri merujuk pada tradisi budaya Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Muyu melalui ritual adat besar bernama Awon Atatbon.

Antusiasme penonton terhadap film ini cukup tinggi, terbukti dari pemutaran film di UIN Suska Riau yang dihadiri oleh ratusan penonton. Namun, film ini juga mendapat tekanan dari pihak keamanan, dengan setidaknya 21 kali intimidasi serius selama pemutaran film di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua DPR, Puan Maharani, mengaku baru mendengar tentang isi dan judul film ini dan berencana untuk membahas insiden pembubaran pemutaran film di DPR. Menteri HAM, Natalius Pigai, menolak pembubaran dan pelarangan pemutaran film, karena larangan tersebut hanya boleh dilakukan melalui putusan pengadilan.

Film Pesta Babi juga mendapat perhatian dari parlemen dan masyarakat, dengan permintaan pemutaran film yang meningkat hingga ribuan. Film ini dianggap sebagai bentuk menguji demokrasi kita, dan makin ditekan akan makin diperpanjang musim nobarnya.

Dalam kesimpulan, film Pesta Babi merupakan film dokumenter yang mengungkap konflik lahan dan kehidupan masyarakat adat Papua. Film ini memiliki antusiasme penonton yang tinggi, namun juga mendapat tekanan dari pihak keamanan. Film ini dianggap sebagai bentuk menguji demokrasi kita dan akan terus dipertontonkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu yang diangkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *