Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Penyanyi dan artis multitalenta Denanda mengungkapkan alasan mengapa ia selama lebih dari dua dekade menyimpan misteri tentang identitas ayah biologis Ressa Rizky Rossano. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Denanda menyatakan bahwa ketidaktahuannya mengenai keberadaan sang ayah menjadi faktor utama keputusan untuk tidak mengungkapkan informasi tersebut kepada Ressa sejak lahir.
Denanda menjelaskan bahwa sejak awal ia memang tidak memiliki data lengkap tentang ayah Ressa. “Saya memang tidak tahu siapa ayahnya, apakah masih hidup atau tidak. Saya tidak pernah menerima kabar atau kontak apapun dari pihak keluarga sang ayah,” kata Denanda dengan nada tenang namun tegas. Ia menambahkan bahwa ketidakpastian ini membuatnya ragu untuk menyampaikan sesuatu yang belum pasti kebenarannya.
Keputusan untuk menahan informasi tersebut bukanlah keputusan yang mudah. Denanda mengaku sempat bergulat dengan dilema moral, mengingat pentingnya identitas bagi seorang anak. Namun, ia menilai bahwa mengungkapkan sesuatu yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan dan rasa sakit yang lebih besar di kemudian hari.
Selain itu, Denanda menekankan bahwa selama bertahun‑tahun ia fokus pada membangun hubungan emosional yang kuat dengan Ressa tanpa melibatkan faktor biologis. “Saya ingin Ressa tumbuh dengan rasa percaya diri dan tidak terbebani oleh pertanyaan yang belum terjawab. Saya selalu berusaha menjadi figur ayah dan ibu sekaligus, meskipun secara biologis saya hanya ibu,” ujarnya.
Pengakuan Denanda tentang identitas ayah Ressa muncul bersamaan dengan rencana pertemuan keluarga yang telah lama dinantikan. Ia berencana mempertemukan Ressa dan adik tirinya, Aisha, di Singapura dalam waktu dekat. Menurut Denanda, proses memperkenalkan Ressa kepada Aisha telah dipersiapkan dengan bantuan tenaga ahli, termasuk psikolog anak, untuk memastikan kedua anak menerima kabar tersebut dengan baik.
Rencana pertemuan tersebut dijadwalkan menyesuaikan kegiatan Ressa di Jakarta, sehingga tidak mengganggu jadwal profesionalnya. Denanda menegaskan bahwa momen ini menjadi prioritas utama baginya, mengingat pentingnya menyatukan kedua anak dalam suasana kebersamaan yang hangat.
Dalam konteks publik, pengakuan ini menutup polemik yang sempat memanas setelah Ressa menggugat Denanda terkait penelantaran anak. Setelah lebih dari dua dekade menyimpan rahasia, Denanda akhirnya mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Kedua pihak sempat bertemu dalam suasana haru pada momen buka puasa di bulan Ramadan Maret lalu, menandai titik balik dalam hubungan keluarga mereka.
Walaupun alasan rahasia ayah biologis tetap belum terpecahkan sepenuhnya, Denanda menyampaikan harapannya bahwa masa depan keluarga akan lebih stabil. “Saya berharap kejujuran dan keterbukaan menjadi fondasi baru bagi kami. Meski saya belum tahu pasti keberadaan ayah Ressa, saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi anak‑anak saya,” pungkasnya.
Kesimpulannya, keterbukaan Denanda tentang ketidaktahuan mengenai ayah biologis Ressa menegaskan pentingnya kejujuran dalam membangun kepercayaan keluarga. Dengan rencana pertemuan di Singapura yang semakin mendekat, publik menantikan langkah selanjutnya dalam proses penyembuhan emosional dan penyatuan kembali dua generasi dalam satu keluarga.
