BI Rate Naik, Rupiah Menguat: Apa yang Terjadi di Balik Kenaikan Suku Bunga?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) baru-baru ini menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%. Kenaikan ini dilakukan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang tengah menghadapi tekanan akibat meningkatnya gejolak global, terutama dampak konflik di Timur Tengah.

Langkah BI ini mendorong laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 9 Juni 2026. IHSG ditutup melonjak 7,57% menjadi 5.746,64. Indeks saham LQ45 melonjak 8,01% menjadi 569,32. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Baca juga:

Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, kenaikan suku bunga acuan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah.

Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir bergerak lebih lemah dibandingkan perkiraan sebelumnya. Selain dipicu ketidakpastian global dan meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari keluarnya dana investor asing dari pasar keuangan Indonesia.

Sejumlah emiten perbankan nasional juga merespons keputusan BI. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyambut positif keputusan bank sentral itu. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini mengatakan, langkah itu mencerminkan ketegasan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dinamika eksternal, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah dan arus keluar investasi portofolio asing.

Sementara itu, nilai tukar rupiah dibuka menguat ke Rp17.939,5 per dolar AS atau menguat 118,50 poin (0,66 persen) dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai keputusan BI menaikkan suku bunga memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Langkah BI ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik sehingga mampu mendorong masuknya kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia. Namun, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu besar karena meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kesimpulan, kenaikan BI Rate oleh Bank Indonesia merupakan langkah strategis untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gejolak global. Kenaikan suku bunga acuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dan mendorong masuknya kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *