Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR: Tuntutan Perbaikan Ekonomi dan Demokrasi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juni 2026 | Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Mereka menuntut perbaikan ekonomi dan demokrasi di Indonesia. Aksi demonstrasi diwarnai orasi, long march, dan beragam poster dengan tulisan kreatif, satir, hingga bernada kritik tajam.

Sebagian besar poster berisi sorotan terhadap kondisi ekonomi dan demokrasi, serta kritik terhadap kebijakan pemerintah. Mahasiswa juga menuntut perbaikan tata kelola negara dan pengembalian supremasi sipil. Mereka membawa poster dengan tulisan seperti "Ekonomi anjlok, demokrasi digembok" dan "Bensin naik, bahan pokok naik".

Baca juga:

Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti menanggapi rencana pimpinan DPR RI menemui mahasiswa saat demo. Mereka mempertanyakan keseriusan DPR dalam merealisasikan tuntutan rakyat. Kepresma Trisakti juga mengatakan bahwa sekitar 600-700 mahasiswa akan ikut aksi bertajuk Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) di Gedung DPR/MPR RI.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi gelombang demonstrasi mahasiswa di Jawa Barat dengan santai. Ia mengatakan bahwa semua orang punya hak kebebasan berpendapat, termasuk mahasiswa. Dedi juga mengimbau mahasiswa agar tetap kondusif dalam melangsungkan demonstrasi dan dalam menyampaikan tuntutan bisa lebih jelas.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut pimpinan DPR berencana untuk menerima mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat (19/6). Ia tidak memerinci rencana itu lebih lanjut, tetapi mengatakan bahwa pimpinan DPR akan terima mahasiswa demo pada Jumat.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, memastikan aparat kepolisian bersama TNI akan terus mengawal aksi penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa maupun elemen masyarakat di Jawa Barat. Ia berharap seluruh aksi yang berlangsung di Jawa Barat tetap berjalan damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Dalam aksi demonstrasi, mahasiswa juga membawa poster bernuansa satir, seperti "Skripsi saja ada revisi, kebijakan kok enggak?". Mereka juga menuntut perbaikan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, serta pengembalian supremasi sipil.

Kesimpulan dari aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI adalah bahwa mahasiswa menuntut perbaikan ekonomi dan demokrasi di Indonesia. Mereka juga menuntut perbaikan tata kelola negara dan pengembalian supremasi sipil. Aksi demonstrasi diwarnai orasi, long march, dan beragam poster dengan tulisan kreatif, satir, hingga bernada kritik tajam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *