Adira Finance Catat Laba Rekor 35% di Kuartal I, Buka Peluang Investasi Digital di 2026

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Adira Finance mencatat peningkatan laba bersih yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026, dengan pertumbuhan 35 persen menjadi Rp1,1 triliun. Pencapaian ini menandai langkah penting bagi perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia dalam memperkuat posisi pasar serta memperluas layanan digitalnya.

Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan kenaikan pendapatan total sebesar 28 persen menjadi Rp4,9 triliun, sementara margin laba bersih meningkat menjadi 22,5 persen. Berikut adalah ringkasan utama hasil keuangan Adira Finance pada kuartal I 2026:

Baca juga:
  • Laba bersih: Rp1,1 triliun (naik 35%)
  • Pendapatan operasional: Rp4,9 triliun (naik 28%)
  • Margin laba bersih: 22,5% (naik 2,3 poin persentase)
  • Portofolio kredit: Rp45 triliun (naik 12%)

CEO Adira Finance, Budi Santoso, menyatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi strategi ekspansi kredit mikro, peningkatan efisiensi operasional, dan peluncuran platform digital terbaru yang mempermudah akses konsumen ke produk pembiayaan. “Transformasi digital kami tidak hanya mempercepat proses persetujuan kredit, tetapi juga memperluas jangkauan layanan ke wilayah‑wilayah tertinggal,” ujarnya dalam konferensi pers.

Platform digital yang diluncurkan pada bulan Februari 2026 memungkinkan nasabah mengajukan pinjaman secara online dengan verifikasi identitas berbasis AI, serta mengakses riwayat pembayaran melalui aplikasi seluler. Hingga akhir Maret, lebih dari 1,2 juta pengguna telah mendaftar, dengan nilai kredit yang disalurkan melalui kanal digital mencapai Rp3,2 triliun.

Investor merespon positif laporan keuangan tersebut; harga saham Adira Finance pada Bursa Efek Indonesia (BEI) naik sekitar 9 persen pada sesi perdagangan hari berikutnya. Analis pasar menilai bahwa kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi fintech akan menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat dari pemain baru serta regulasi yang mendukung inklusi keuangan.

Di tengah dinamika ekonomi makro, termasuk kebijakan suku bunga yang stabil dan program pemerintah untuk memperluas akses keuangan, Adira Finance berencana meningkatkan alokasi pembiayaan sektor UMKM sebesar 15 persen pada kuartal kedua. Selain itu, perusahaan menargetkan peningkatan rasio Non-Performing Loans (NPL) menjadi di bawah 2,5 persen, sejalan dengan standar prudensial Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Secara keseluruhan, keberhasilan Adira Finance dalam kuartal I 2026 mencerminkan sinergi antara strategi pertumbuhan tradisional dan inovasi digital. Jika tren ini berlanjut, perusahaan diproyeksikan akan menembus target laba tahunan Rp4,5 triliun pada akhir 2026, sekaligus memperkuat peranannya sebagai motor utama inklusi keuangan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *