Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 April 2026 | Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperbaiki kualitas hidup warga melalui serangkaian program strategis yang meliputi layanan kesehatan, keamanan acara olahraga, kebersihan perkotaan, serta kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Survei Litbang Kompas yang dilakukan antara 23 Februari hingga 3 Maret 2026 menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan mencapai 85,9 persen. Angka ini menempatkan sektor kesehatan sebagai layanan publik dengan penilaian paling positif di antara sektor lainnya. Farhan menyebut capaian tersebut sebagai bukti keberhasilan program universal health coverage (UHC) kota Bandung yang kini mencakup 99,39 persen penduduk, atau sekitar 2,58 juta jiwa. Peningkatan ini didukung oleh penambahan 236 tenaga kesehatan dan penguatan 80 puskesmas, termasuk layanan puskesmas 24 jam di lokasi strategis seperti Ibrahim Adjie dan Garuda.
Di bidang keamanan olahraga, Farhan mengeluarkan imbauan tegas menjelang laga Persib Bandung melawan Arema FC pada 24 April 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menyadari potensi gesekan antara suporter, ia meminta Aremania untuk tidak hadir secara langsung di stadion, melainkan menyaksikan pertandingan melalui televisi. “Dukungan tetap bisa diberikan, tapi cukup melalui televisi,” ujar Farhan. Koordinasi keamanan melibatkan lebih dari 3.000 personel kepolisian dan pengamanan berlapis di seluruh pintu masuk wilayah Bandung Raya, memastikan atmosfer pertandingan tetap damai.
Farhan juga menanggapi kritik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait efektivitas petugas penyapu jalan. Setelah evaluasi, ia mengakui bahwa kinerja 1.500 penyapu jalan belum optimal, terutama dalam disiplin jam kerja. Sebagai solusi, pemerintah kota meluncurkan program percobaan “Anu Sasapu Bandung” dengan pembagian shift kerja tiga waktu serta implementasi sistem digital untuk memantau produktivitas. Langkah ini diharapkan meningkatkan kebersihan jalan dan citra kota secara keseluruhan.
Selain fokus pada layanan publik, Farhan menyoroti pentingnya kesehatan mental anak di sekolah. Pemerintah Kota Bandung menggandeng Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) dalam program bimbingan teknis “Penguatan Peran BK Hebat untuk Sekolah Sehat Mental”. Guru bimbingan konseling (BK) dilatih menjadi garda terdepan dalam deteksi dini gangguan mental, dengan prosedur rujukan ke psikolog sekolah atau puskesmas bila diperlukan. “Keterampilan guru BK dalam memantau dan mendampingi siswa menjadi kunci utama,” kata Farhan. Program ini direncanakan berjalan hingga triwulan II 2026 dengan evaluasi berkala.
Berbagai inisiatif tersebut disajikan dalam rangka menciptakan ekosistem perkotaan yang terintegrasi, dimana layanan kesehatan mudah diakses, keamanan publik terjaga, kebersihan lingkungan optimal, dan kesejahteraan mental generasi muda terjamin.
- Pelayanan kesehatan: 85,9% kepuasan, 99,39% cakupan UHC, penambahan 236 tenaga medis.
- Keamanan olahraga: Larangan hadir Aremania, 3.000 petugas keamanan, pengamanan berlapis.
- Kebersihan kota: Program “Anu Sasapu Bandung”, shift tiga waktu, monitoring digital.
- Kesehatan mental sekolah: Pelatihan guru BK, kolaborasi HIMPSI, rujukan ke psikolog.
Kesimpulannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari rasa aman, bersih, dan sehat yang dirasakan setiap warga. Upaya berkelanjutan dalam bidang kesehatan, keamanan, kebersihan, dan pendidikan mental menjadi landasan kuat bagi Bandung untuk menjadi kota yang lebih baik di masa depan.
