Gempa M 4,8 Guncang Nias Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 Juni 2026 | Gempa berkekuatan magnitude 4,8 mengguncang Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, malam ini. Gempa tersebut terjadi pada pukul 20.08 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di koordinat 1.23 lintang utara, 96.60 bujur timur dengan kedalaman 6 km.

Gempa tersebut terjadi pada 88 km barat Nias Utara dengan kedalaman 6 km. BMKG menyebutkan bahwa gempa tersebut terjadi akibat adanya aktivitas subduksi. Hingga saat ini, belum ada indikasi potensi tsunami.

Baca juga:

BMKG juga mencatat bahwa telah terjadi 218 gempa susulan setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6/2026). Salah satu gempa susulan tersebut mengguncang wilayah Laut Sulawesi di sekitar Kepulauan Sangihe pada Rabu pukul 08.54.21 WIB.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan bahwa gempa terbaru yang terjadi memiliki magnitudo M 5,0. Pusat gempa berada pada koordinat 5,59 derajat lintang utara dan 125,28 derajat bujur timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 220 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 54 kilometer.

Prof. Danny Hilman Natawidjaja, Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, menegaskan bahwa pemahaman ilmu pengetahuan tentang sumber-sumber gempa di Pulau Jawa masih menyimpan banyak celah. Ada sejumlah sesar yang sudah diketahui, tetapi karakteristik pentingnya seperti laju pergeseran, segmentasi, hingga magnitudo maksimum masih belum sepenuhnya dipahami.

Jawa memiliki sistem sumber gempa yang jauh lebih kompleks dari yang selama ini dipahami masyarakat umum. Selain zona subduksi atau megathrust di selatan Jawa yang sudah banyak dikenal, terdapat pula berbagai sesar aktif di daratan yang sama-sama berpotensi memicu gempa merusak.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat dalam sepekan terakhir di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat sebanyak 31 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

Kesimpulan dari berbagai peristiwa gempa tersebut adalah bahwa Indonesia masih rentan terhadap gempa bumi dan perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi untuk menghadapi bencana alam tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *