Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami perubahan setiap saat. Terkadang rupiah melemah, namun tak jarang juga menguat. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gejolak ekonomi global hingga diberlakukannya regulasi baru.
Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, transaksi di pelabuhan seharusnya menggunakan rupiah sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Ia meminta pelaku usaha melaporkan jika masih menemukan pembayaran layanan pelabuhan yang mewajibkan penggunaan dolar AS.
"Semua rupiah," kata Purbaya. "Laporin ke saya (jika ada yang bayar pakai dolar), nanti saya hajar dia," lanjut Purbaya.
Purbaya mengaku akan terlebih dahulu mengecek praktik di lapangan. Namun, jika ditemukan pihak yang memaksa penggunaan dolar AS meski aturan mengharuskan transaksi dalam rupiah, pemerintah akan mengambil tindakan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah mitigasi terhadap pelemahan rupiah. Ia menambahkan bahwa koordinasi antara otoritas ekonomi terus dilakukan secara rutin dan intensif.
"Lho, kita rapatnya intens. Pertemuan antara pelaku-pelaku otoritas ekonomi itu intens," kata Prasetyo.
Prasetyo menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar tidak ditentukan oleh satu faktor semata. Banyak variabel yang memengaruhi kekuatan rupiah, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, sehingga penanganannya membutuhkan pendekatan yang komprehensif.
"Ini kan semua bagian dari upaya. Naiknya nilai tukar Rupiah itu kan tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, faktor variabelnya juga banyak gitu," katanya.
Ia menambahkan bahwa salah satu aspek yang turut memengaruhi kekuatan mata uang nasional adalah tingkat kemandirian ekonomi. Ketergantungan terhadap impor dinilai masih menjadi tantangan yang perlu terus dikurangi agar ketahanan ekonomi semakin kuat.
"Termasuk yang tadi saya sampaikan tadi, itu juga bagian dari yang mempengaruhi juga. Kemandirian kita secara ekonomi itu juga mempengaruhi kekuatan mata uang kita gitu. Ada beberapa yang masih ketergantungan impor itu juga akan mempengaruhi. Makanya ini tidak bisa berdiri sendiri begitu loh," ujar Prasetyo.
Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mengalami beberapa kali perubahan. Pada tahun 2026, nilai tukar rupiah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yaitu sekitar Rp18.038 per dolar Amerika Serikat.
Meskipun demikian, pemerintah tetap sigap menjaga stabilitas ekonomi dengan melakukan berbagai upaya mitigasi terhadap pelemahan rupiah. Dengan demikian, diharapkan nilai tukar rupiah dapat tetap stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
