Rupiah Menguat, Dolar AS Ditekan ke Rp 17.926

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah berhasil menekan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (10/6/2026). Mata uang negeri Paman Sam ini melemah ke level Rp 17.900-an pada awal perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS kini berada pada level Rp 17.926 atau melemah 0,72%.

Rupiah dibuka menguat usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5% pada Selasa (9/6/2026). Mengutip data RTI Infokom, rupiah dibuka menguat 106 poin atau 0,59% ke Rp17.894 per dolar AS.

Baca juga:

Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan ditutup pada rentang Rp18.050-Rp18.100 hari ini. Dia menuturkan sentimen pasar membaik setelah Iran dan Israel mengatakan mereka telah menghentikan serangan satu sama lain setelah seruan dari Presiden AS Donald Trump agar mereka segera menghentikan penembakan.

Di sisi lain, harga Pertamax naik sekitar 32 persen dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar menilai kelompok pekerja kelas menengah justru paling merasakan dampak kenaikan harga BBM dibandingkan kelas atas.

Kenaikan harga Pertamax berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, antara lain merosotnya daya beli di kelompok menengah dan aspiring middle class (menuju kelas menengah), bertambahnya jumlah penduduk rentan miskin, kenaikan harga bahan pangan, transmisi penyesuaian suku bunga kredit lebih cepat, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) melonjak pada kuartal III, serta meningkatnya risiko kriminalitas dan gejolak sosial.

Untuk menghadapi situasi ini, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru, guna untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp18.200 per dolar Amerika Serikat (AS) dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Selain itu, pemerintah akan membahas perkembangan proyek Indonesia Financial Center (IFC) yang belakangan menjadi perhatian sebagai salah satu instrumen penguatan sektor keuangan nasional. Dengan demikian, diharapkan rupiah dapat terus menguat dan perekonomian nasional dapat terjaga dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *