Ilia Topuria Ungkap Rencana Besar: Dari Puji Anak hingga Pertarungan Puncak di White House UFC

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Petarung asal Georgia, Ilia Topuria, kembali menjadi sorotan dunia MMA setelah serangkaian pernyataan yang mengungkap sisi pribadi dan profesionalnya. Dalam wawancara terbaru, Topuria memuji bakat luar biasa putranya yang telah menunjukkan minat kuat pada seni bela diri campuran (MMA). “Saya tidak tahu seberapa hebat dia, tapi saya yakin dia akan menjadi sesuatu yang istimewa,” ujar Topuria dengan nada penuh kebanggaan. Pernyataan ini menambah dimensi baru pada profil publik sang juara kelas ringan UFC, yang kini tidak hanya dipandang sebagai atlet elit, tetapi juga sebagai ayah yang mendukung generasi berikutnya.

Di luar kisah keluarga, Topuria juga menanggapi perseteruan lama dengan Islam Makhachev. Ia menyatakan bahwa keduanya telah menekan permusuhan demi fokus pada pertarungan utama yang lebih besar. “Kami menunda perselisihan karena ada tujuan yang lebih penting untuk dicapai,” kata Topuria, menegaskan bahwa keduanya kini menyiapkan langkah strategis menjelang pertarungan puncak.

Baca juga:

Sementara itu, rumor besar mengenai pertarungan utama di White House UFC antara Topuria dan Justin Gaethje sempat mengemuka. Dana White, pemilik UFC, akhirnya memberikan klarifikasi tegas, menepis spekulasi yang beredar. White menyatakan bahwa belum ada keputusan resmi terkait pertarungan tersebut, meskipun kedua petarung telah berada di puncak agenda promosi. Pernyataan ini menambah lapisan ketegangan dalam dinamika kelas ringan, terutama setelah Gaethje berhasil mengalahkan Paddy Pimblett untuk merebut gelar interim.

Topuria mengungkapkan bahwa pada awalnya ia mengharapkan Paddy Pimblett memenangkan pertarungan melawan Gaethje. “Saya terkejut karena saya pikir Paddy akan menang,” ungkapnya, menyoroti betapa tak terduganya hasil interim title fight tersebut. Kemenangan Gaethje melawan Pimblett mengubah peta persaingan dan menutup peluang Topuria untuk mengatur kembali pertarungan dengan lawan lama.

Lebih jauh lagi, Topuria menjelaskan perubahan rencana pertarungan yang sempat melibatkan Islam Makhachet. Menurutnya, UFC pada awalnya menawarkannya pertarungan melawan Makhachev, namun kemudian mengubah jadwal secara mendadak di tengah malam karena cedera yang dialami Makhachev. “Saya menerima tawaran pertama untuk melawan Islam, lalu tiba-tiba ada puluhan panggilan yang mengatakan dia cedera dan saya harus melawan Justin,” jelas Topuria. Meskipun Dana White membantah narasi tersebut dan pihak Makhachev juga menolak, Topuria tetap menegaskan bahwa ia masih berharap dapat berhadapan dengan Makhachev pada akhir tahun ini.

Di luar arena MMA, Topuria mengungkapkan keterkejutan atas keterlibatan Cristiano Ronaldo dalam dunia UFC. Ia menyatakan bahwa sang legenda sepak bola ternyata memiliki minat yang besar terhadap pertarungan kelas ringan, bahkan pernah mengunjungi sesi latihan Topuria. “Saya terkejut melihat betapa terlibatnya Cristiano Ronaldo,” kata Topuria, menambah warna baru dalam hubungan lintas olahraga.

Semua perkembangan ini menandai fase penting dalam karier Topuria. Setelah mengalahkan Charles Oliveira, ia kini berada di puncak divisi ringan dan menyiapkan serangkaian pertarungan yang dapat menentukan nasibnya sebagai calon penerus takhta utama UFC. Sementara itu, spekulasi mengenai pertarungan di White House tetap menjadi topik hangat di kalangan fans, dengan harapan bahwa UFC akan mengumumkan lawan definitif dalam waktu dekat.

Kesimpulannya, Ilia Topuria tidak hanya menjadi fokus karena prestasinya di oktagon, tetapi juga karena cerita pribadi, dinamika persaingan, dan hubungan lintas olahraga yang melibatkan figur-figur terkenal. Semua elemen tersebut menjadikan Topuria salah satu tokoh paling menarik di dunia MMA saat ini, dan pertarungan-pertarungan yang akan datang diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi lanskap kelas ringan UFC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *