Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Pertandingan yang digelar pada Minggu, 3 April 2026 di Stadion Prince Saud bin Jalawi, Dammam, menjadi sorotan utama Saudi Pro League (SPL) musim 2025/26. Al Qadsiah berhasil mengalahkan Al Nassr dengan skor 3-1, mengakhiri rekor mengesankan 20 kemenangan beruntun yang dibangun oleh tim asuhan Cristiano Ronaldo. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin berharga bagi Al Qadsiah, tetapi juga menambah tekanan pada Al Nassr menjelang laga krusial melawan Al Hilal pada 12 Mei 2026.
Babak pertama dimulai dengan tempo tinggi. Pada menit ke-24, Mohammed Waheeb Abu Al Shamat membuka skor untuk Al Qadsiah, menempatkan tim tamu unggul lebih dulu. Al Nassr merespon cepat lewat Joao Felix yang menyamakan kedudukan pada menit ke-39. Insiden kontroversial muncul ketika Al Qadsiah menuntut penalti setelah dugaan handball, namun wasit menolak klaim tersebut. Akhir babak pertama berakhir dengan hasil imbang 1-1.
Di babak kedua, Musab Fahd Aljuwayr menambah satu gol bagi Al Qadsiah, mengembalikan keunggulan menjadi 2-1. Tekanan terus mengalir ke Al Nassr, namun mereka gagal menemukan gol tambahan. Pada menit ke-78, Julian Quinones mencetak gol penentu yang menegaskan kemenangan 3-1 untuk Al Qadsiah. Gol tersebut juga meningkatkan catatan pribadi Quinones menjadi 28 gol musim ini, menjadikannya pencetak gol terbanyak di SPL.
- Al Qadsiah 3 – 1 Al Nassr
- Gol Al Qadsiah: Waheeb (24′), Aljuwayr (??’), Quinones (78′)
- Gol Al Nassr: Joao Felix (39′)
Dengan hasil ini, Al Qadsiah naik ke posisi keempat klasemen dengan total 68 poin setelah 31 pertandingan. Sementara itu, Al Nassr tetap memimpin dengan 79 poin, diikuti oleh Al Hilal (74 poin) dan Al Ahli Saud FC (69 poin). Pertandingan ini juga menandai kemenangan kelima beruntun Al Qadsiah atas Al Nassr dalam pertemuan liga, mempertegas dominasi head‑to‑head mereka dalam beberapa pertemuan terakhir.
Implikasi strategis dari kegagalan Al Nassr sangat signifikan. Rekor 20 kemenangan beruntun yang terputus membuka peluang bagi rival-rival utama. Jika Al Nassr berhasil mengamankan tiga poin melawan Al Hilal pada 12 Mei, mereka hampir pasti mengunci gelar SPL 2026. Namun, hasil negatif atau imbang melawan Al Hilal dapat menurunkan peluang mereka secara drastis, memberi ruang bagi Al Hilal atau bahkan Al Ahli Saud FC untuk merebut tajuk.
Jadwal penting berikutnya bagi Al Nassr mencakup pertemuan melawan Al Shabab pada 7 Mei 2026, yang menjadi peluang terakhir untuk menambah poin sebelum konfrontasi final melawan Al Hilal. Di sisi lain, Al Qadsiah berambisi memperkecil jarak poin dengan tim teratas, mengandalkan performa ofensif Julian Quinones yang kini menjadi ancaman utama bagi setiap lawan.
Pertandingan ini juga menyoroti dinamika kepemimpinan Cristiano Ronaldo di Al Nassr. Meskipun memiliki reputasi sebagai pemain kunci, Ronaldo tidak mampu mengubah hasil pada malam itu, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar pengaruhnya dalam tim yang kini memiliki kedalaman skuad signifikan. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan tim tidak semata-mata bergantung pada bintang individual, melainkan pada taktik, kebugaran pemain, dan keputusan wasit.
Secara keseluruhan, drama Al Nassr vs Al Qadsiah menegaskan bahwa sepak bola di Saudi Arabia tidak dapat diprediksi hanya berdasarkan nama pemain bintang. Kualitas taktik, kondisi fisik, dan keputusan teknis tetap menjadi faktor penentu. Menjelang penutup musim, para pendukung akan menantikan laga penutup yang menjanjikan persaingan ketat untuk gelar juara.
