Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Lionel Messi terus menjadi sorotan utama dunia sepak bola, tidak hanya karena prestasi di lapangan tetapi juga karena dampak komersial dan budaya yang meluas. Di Inter Miami, pemain asal Argentina ini diharapkan menjadi katalisator perubahan, namun tantangan di MLS menunjukkan bahwa satu pemain saja tidak cukup untuk mengangkat sebuah tim ke puncak.
Sejak bergabung dengan Inter Miami pada awal 2023, Messi telah mencatatkan kontribusi signifikan: mencetak gol penting, memberikan assist, dan meningkatkan daya tarik penonton. Namun, analis menilai bahwa tim masih membutuhkan dukungan tambahan, terutama dalam lini tengah dan pertahanan, agar dapat bersaing secara konsisten di Major League Soccer. Kekurangan tersebut menimbulkan perdebatan publik tentang seberapa besar peran Messi dalam keberhasilan klub dan seberapa cepat manajemen dapat memperkuat skuad.
Di luar lapangan, nilai komersial Messi terus mengukir rekor. Menurut laporan keuangan klub, kontrak Messi dengan Inter Miami menghasilkan pendapatan antara $70 juta hingga $80 juta per musim, termasuk bonus dan hak komersial. Angka ini menempatkannya di antara atlet berbayar tertinggi dunia, meskipun masih jauh di bawah rekan sejawatnya, Cristiano Ronaldo, yang memperoleh sekitar $225 juta per tahun dari Al Nassr di Saudi Pro League.
| Pemain | Klub | Gaji Tahunan (USD) |
|---|---|---|
| Lionel Messi | Inter Miami | $70‑80 juta |
| Cristiano Ronaldo | Al Nassr | $225 juta |
| Dak Prescott | Dallas Cowboys (NFL) | $60 juta |
| Joe Burrow | Cincinnati Bengals (NFL) | $55 juta |
Perbandingan ini menegaskan bahwa sepak bola, khususnya pemain bintang seperti Messi dan Ronaldo, tetap menjadi industri paling menguntungkan dalam olahraga global.
Sementara itu, kontroversi seputar jumlah gelar Liga Champions yang dimiliki Messi kembali muncul. UEFA mencatat bahwa Messi memiliki tiga gelar Champions League (2006, 2009, 2011) bersama Barcelona, namun ada perdebatan mengenai gelar keempat yang diperoleh pada musim 2005/06, yang sempat dipertanyakan karena Messi belum memainkan peran signifikan dalam fase final. Meskipun demikian, banyak pihak tetap mengakui tiga gelar tersebut sebagai bukti kehebatan Messi di panggung tertinggi Eropa.
Pengaruh Messi tidak terbatas pada benua Eropa atau Amerika Utara. Pada tahun 2026, saat Pakistan Super League (PSL) berlangsung, pemain kriket Australia Usman Khawaja memicu gelak tawa internasional dengan mengunggah video Instagram yang menampilkan seorang pria di Pakistan yang sangat mirip dengan Messi. Video tersebut, meski hanya sebuah kebetulan, memperlihatkan betapa luasnya citra Messi yang dapat dikenali bahkan di luar konteks sepak bola.
Penghargaan dan pujian terhadap Messi juga datang dari mantan rekan sesama pemain. Sergio Ramos, bek veteran Real Madrid, baru-baru ini menyatakan bahwa Messi adalah pemain terbaik yang pernah ada, melampaui bahkan Ronaldo. Pernyataan tersebut, yang muncul dalam wawancara dengan Okezone, menegaskan perubahan persepsi dalam komunitas pemain profesional yang selama ini terbagi antara dua raksasa sepak bola.
Kesimpulannya, Lionel Messi tidak hanya menjadi ikon di lapangan dengan statistik luar biasa, tetapi juga menjadi simbol global yang memengaruhi ekonomi klub, budaya pop, dan pandangan sesama pemain. Tantangan Inter Miami untuk menambah kualitas skuad, kontroversi gelar UEFA, serta fenomena viral di Pakistan menambah lapisan kompleksitas dalam narasi karier Messi. Dengan dukungan tim yang lebih kuat dan konsistensi performa, Messi diperkirakan akan terus menorehkan prestasi baru sekaligus memperkuat statusnya sebagai legenda sepak bola modern.
