Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Mei 2026 | Meta India, perusahaan teknologi yang berbasis di India, baru-baru ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sekitar belasan karyawannya. Pemutusan hubungan kerja ini terutama memengaruhi tim penjualan iklan, pemasaran, dan peran kontributor individu.
Menurut sumber yang dekat dengan perusahaan, karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja menerima surel yang tidak terduga dan ditawarkan ganti rugi berupa empat hingga enam bulan gaji. Namun, tidak ada diskusi dengan karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja sebelumnya.
Meta India memiliki sekitar 400 karyawan, meskipun perusahaan tidak mengungkapkan jumlah karyawan spesifik per negara. Baru-baru ini, Meta mengumumkan salah satu rencana restrukturisasi terbesar dan paling brutal, dengan mengurangi sekitar 8.000 pekerjaan, atau 10% dari total karyawan global.
Rencana restrukturisasi ini bertujuan untuk membuat perusahaan lebih ramping dan gesit dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI). Meta berencana untuk membangun tim yang lebih kecil dengan tanggung jawab yang lebih besar, serta mengalihkan sumber daya ke arah inisiatif AI.
Meta juga meningkatkan komitmen pengeluaran untuk AI. Pada pertemuan pendapatan triwulanan Maret, Meta meningkatkan perkiraan belanja modal 2026 menjadi antara $125-145 miliar, yang meningkat sebesar 87% dari tahun sebelumnya.
Mark Zuckerberg, CEO Meta, menyatakan bahwa kesuksesan tidaklah pasti dan AI adalah teknologi paling penting dalam masa hidup kita. Ia menekankan bahwa perusahaan yang memimpin dalam AI akan menentukan generasi mendatang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Meta telah melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran, yang memengaruhi sekitar 20% dari total karyawan global. Perusahaan ini berencana untuk terus fokus pada pengembangan AI dan meningkatkan efisiensi operasional.
Untuk meningkatkan kemampuan AI, Meta berencana untuk menginvestasikan lebih banyak sumber daya. Perusahaan ini juga berencana untuk memperluas tim AI dan meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Meta telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam penggunaan AI. Perusahaan ini berencana untuk terus meningkatkan kemampuan AI dan mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Kesimpulan, Meta India telah melakukan pemutusan hubungan kerja kepada sekitar belasan karyawannya, terutama memengaruhi tim penjualan iklan, pemasaran, dan peran kontributor individu. Perusahaan ini berencana untuk fokus pada pengembangan AI dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan demikian, Meta berharap dapat meningkatkan kemampuan dan memimpin dalam era kecerdasan buatan.
