Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Juli 2026 | Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia berakhir dengan kemenangan Spanyol 2-1. Pertandingan yang berlangsung di Los Angeles Stadium ini dipenuhi dengan drama dan kontroversi, terutama terkait keputusan wasit yang tidak memberikan tendangan penalti kepada Belgia setelah bola menyentuh tangan pemain Spanyol, Rodri, di dalam kotak penalti.
Menurut peraturan Dewan Federasi Sepak Bola Internasional (IFAB), sentuhan bola pada tangan atau lengan pemain tidak dianggap pelanggaran jika bola tersebut datang langsung dari rekan setimnya, kecuali jika sentuhan tersebut menyebabkan bola langsung masuk ke gawang lawan atau pemain tersebut langsung mencetak gol. Dalam kasus ini, keputusan wasit untuk tidak memberikan tendangan penalti dianggap sah secara hukum.
Pertandingan ini juga menandai akhir dari generasi emas sepak bola Belgia, yang telah mendominasi sepak bola internasional selama lebih dari satu dekade. Beberapa pemain senior seperti Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, dan Kevin De Bruyne diprediksi akan pensiun dari tim nasional setelah gagal mempersembahkan trofi utama.
Sementara itu, Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan ini. Mikel Merino menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-88. Nico Williams, bintang tim nasional Spanyol, mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan, menyatakan bahwa ia merasa bebas dan bahagia setelah timnya lolos ke semifinal.
Kiper Belgia, Senne Lammens, menjadi sorotan setelah melakukan blunder yang memungkinkan Spanyol mencetak gol kemenangan. Thibaut Courtois, kiper senior Belgia, memberikan dukungan kepada Lammens, menyatakan bahwa pengalaman ini akan membuat Lammens semakin kuat di masa depan.
Dengan demikian, pertandingan antara Spanyol dan Belgia di perempat final Piala Dunia 2026 menjadi salah satu momen paling dramatis dalam turnamen ini. Spanyol akan melanjutkan perjalanan mereka di semifinal, sementara Belgia harus menerima kekalahan dan memulai proses regenerasi tim nasional mereka.
