Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juli 2026 | Mantan pemain sepak bola profesional, Samir Nasri, telah ditangkap oleh kepolisian Prancis karena tuduhan pencucian uang terorganisir yang terkait dengan perdagangan narkoba. Nasri, yang pernah membela klub-klub seperti Arsenal dan Manchester City, ditahan selama sekitar sepuluh jam sebelum akhirnya dibebaskan tanpa dikenakan dakwaan resmi.
Menurut laporan, penahanan Nasri terkait dengan investasi yang dilakukan pada tahun 2016 di sebuah klub malam di kota Évry-sur-Seine. Pemain yang berusia 39 tahun ini kemudian menjadi salah satu pemilik klub malam tersebut, yang menjadikannya sasaran penyelidikan besar-besaran terkait pencucian uang oleh kelompok terorganisir.
Nasri, yang memiliki keterampilan teknis mumpuni dan telah tampil dalam 41 pertandingan internasional bersama tim nasional Prancis, mengakhiri kariernya pada tahun 2021 bersama Anderlecht. Ia kini bekerja sebagai analis untuk Canal+ dan memiliki kekayaan yang diperkirakan mencapai puluhan juta.
Penahanan Nasri menjadi kejutan bagi dunia olahraga Prancis, karena ia masih sering muncul di televisi. Pihak berwenang Prancis belum mengambil tindakan hukum apa pun terhadap Nasri, namun penyelidikan yudisial masih berlangsung, dan kemungkinan dia dipanggil kembali belum tertutup.
Sampai saat ini, tidak ada tindakan hukum yang diambil terhadap Nasri, namun kasus ini masih dalam penyelidikan. Nasri sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penahanannya.
Kasus ini menimbulkan kehebohan di media sepak bola Prancis, karena Nasri masih memiliki pengaruh besar di dunia sepak bola. Penahanan Nasri juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana seorang pemain sepak bola profesional bisa terlibat dalam kasus pencucian uang dan perdagangan narkoba.
