Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 April 2026 | Stadion Gelora Delta, Sidoarjo menjadi saksi dramatis semifinal Piala AFF U-17 2026 ketika timnas Malaysia U-17 menaklukkan Laos U-17 dengan skor telak 3-0. Pertandingan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, tidak hanya menampilkan serangan tajam Harimau Muda, melainkan juga sebuah insiden penting: kartu merah yang diberikan kepada bek Laos pada menit kelima.
Kejadian itu dimulai ketika Laos melakukan serangan cepat di area pertahanan Malaysia. Pada menit kelima, wasit mengeluarkan kartu merah kepada Bounthasak Chandala setelah melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut memaksa Laos bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 80 menit, memberikan ruang gerak luas bagi skuad Malaysia untuk menguasai lini tengah.
Tak lama setelah aksi defensif lawan berkurang, Malaysia membuka keunggulan lewat eksekusi penalti yang dijalankan Ahmad Yusuf (yang dalam laporan lain disebut Yusuf Nasrullah Ramli). Gol pertama tercipta pada menit ketujuh, menjadikan skor 1-0. Gol kedua muncul hanya empat menit kemudian, ketika Aniq Thaqif Hairulnizam berhasil memanfaatkan umpan silang dan menembakkan bola ke sudut atas gawang lawan pada menit ke-11.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan 2-0 bagi Malaysia. Sementara itu, Laos yang sudah kehilangan satu pemain utama berjuang keras menahan serangan ganda Harimau Muda, namun tidak mampu mencetak gol balasan. Pada babak kedua, tekanan Malaysia semakin intens. Pada menit ke-58, Muzakif Fitri Muhamad menutup skor dengan tendangan jarak jauh yang melengkung melewati kiper Laos, mengamankan hasil akhir 3-0.
Keberhasilan Malaysia bukan sekadar hasil dari satu pertandingan. Tim ini menunjukkan kebangkitan luar biasa setelah kegagalan di fase grup, di mana mereka sempat kalah 0-4 melawan Vietnam pada pembukaan turnamen. Pelatih Shukor Adan menekankan perubahan mentalitas pemain sebagai faktor kunci. “Tekad dan semangat pantang menyerah membuat kami bangkit kembali, mengubah kekalahan awal menjadi kemenangan beruntun,” ujar Adan dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Sementara itu, di semifinal lain, timnas Vietnam U-17 menyingkirkan Australia U-17 dengan skor 2-1. Gol pertama Vietnam dicetak oleh Manh Coung pada menit tambahan pertama babak pertama (45+5), diikuti oleh gol penyeimbang Australia melalui Luke Becvinovski pada menit ke-10. Vietnam kembali memimpin lewat gol kedua dari Nguyen Luc pada menit ke-60, memastikan mereka melaju ke final.
Dengan hasil tersebut, final Piala AFF U-17 2026 akan mempertemukan Malaysia melawan Vietnam pada Jumat, 24 April 2026, pukul 19:30 WIB, kembali di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama antara kedua tim di partai puncak turnamen sejak edisi 2019, ketika Malaysia berhasil mengangkat trofi setelah mengalahkan Thailand.
Statistik kedua tim menjanjikan pertandingan yang kompetitif. Malaysia memasuki final dengan catatan defensif kuat, hanya kebobolan satu gol sejak fase grup, sementara Vietnam menampilkan lini serang yang produktif, mencetak total 12 gol selama turnamen. Kedua tim dipimpin oleh kapten muda yang memiliki pengalaman internasional di level junior, menambah nilai taktis pada laga final.
Para pengamat menilai bahwa faktor kunci bagi Malaysia adalah kemampuan mereka memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah Laos, serta eksekusi penalti yang tepat. Bagi Vietnam, konsistensi dalam mengendalikan tempo permainan dan kemampuan melakukan comeback menjadi aset utama.
Final ini tidak hanya menentukan juara, tetapi juga memberikan gambaran perkembangan sepak bola usia dini di kawasan ASEAN. Keberhasilan Malaysia kembali ke final setelah tujuh tahun menandakan program pembinaan yang semakin matang, sementara Vietnam tetap mempertahankan dominasi historisnya di level U-17.
Dengan sorotan media nasional dan regional, pertandingan akhir ini diprediksi akan menyuguhkan aksi cepat, taktik cerdas, serta semangat juang para pemain muda. Para pendukung di kedua kubu telah menyiapkan spanduk dan nyanyian dukungan, menjadikan atmosfer stadion begitu hidup.
Sehingga, ketika peluit akhir berbunyi, satu tim akan mengangkat piala, menambah catatan prestasi pada sejarah Piala AFF U-17. Bagi Malaysia, gelar tersebut akan menjadi bukti kebangkitan kembali Harimau Muda, sementara bagi Vietnam, kemenangan akan mengukuhkan posisi mereka sebagai raja muda sepak bola Asia Tenggara.
