Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Mei 2026 | Layvin Kurzawa, gelandang asing Persib Bandung, mengeluarkan pernyataan tegas setelah timnya kembali memimpin klasemen sementara Liga Super 2025-2026. Dalam unggahan Instagram pribadi, ia menegaskan tidak ada ruang bagi hasil selain kemenangan setelah Persib mencatat kemenangan dramatis 4-2 atas Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Kamis, 30 April 2026.
Perlombaan dimulai dengan tekanan berat dari Bhayangkara FC. Pada menit keenam, penyerang mereka Hendri Doumbia membuka skor, diikuti oleh gol kedua dari Moussa Sidibe pada menit ke-26. Persib tampak terpuruk dua gol, namun perubahan taktik yang diterapkan oleh pelatih Bojan Hodak pada babak pertama berhasil mengubah alur pertandingan. Pada menit tambahan dua belas menit pertama babak pertama (45+2), Federico Barba menyamakan kedudukan bagi Persib, memicu gelombang serangan balik.
Masuknya Layvin Kurzawa pada awal babak kedua menjadi titik balik penting. Hanya tiga menit setelah digantikan, ia memberikan assist krusial pada menit ke-49 untuk Berguinho, yang mengubah skor menjadi 2-2. Selanjutnya, Beckham Putra menambah keunggulan pada menit ke-60, dan Adam Alis menutup laga dengan gol penentu pada menit ke-89. Dengan empat gol tersebut, Persib berhasil mengumpulkan 69 poin, menancapkan diri kembali di puncak klasemen.
Berikut adalah urutan pencetak gol Persib dalam pertandingan tersebut:
- Federico Barba (45+2)
- Berguinho (49)
- Beckham Putra (60)
- Adam Alis (89)
Kemenangan ini tidak hanya mengembalikan Persib ke puncak klasemen, tetapi juga menegaskan keunggulan head-to-head atas Borneo FC, yang memiliki poin yang sama. Tabel singkat klasemen sementara setelah pekan ke-30 adalah sebagai berikut:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 69 |
| 2 | Borneo FC | 69 |
| 3 | Pesut Etam | 66 |
Masih ada empat pertandingan tersisa, sehingga Persib harus menyapu bersih sisa laga untuk memastikan gelar juara. Jika berhasil, Maung Bandung akan mencatat sejarah tiga kali berturut‑turut menjuarai liga, prestasi yang belum pernah diraih dalam era profesional Liga Super Indonesia.
Di luar sorotan lapangan, Kurzawa juga terlibat dalam kontroversi terkait kapten timnya, Marc Klok. Setelah pertandingan, Klok dituduh melakukan tindakan rasis terhadap pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia, yang kemudian melaporkannya ke match commissioner dan Komite Disiplin PSSI. Kurzawa tidak tinggal diam. Melalui Instagram Story, ia menegaskan dukungan penuh kepada Klok dan menolak segala bentuk rasisme dalam sepak bola. “Saya menentang segala bentuk rasisme. Saya sepenuhnya mendukung kapten saya, saya tahu siapa dia dan apa yang dia perjuangkan,” tegasnya.
Selain peran di lapangan, Kurzawa juga aktif dalam memajukan sepak bola Indonesia secara lebih luas. Ia menyatakan dukungan terhadap kerja sama bilateral antara Kedutaan Besar Perancis, Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), dan PSSI, khususnya program yang berfokus pada pengembangan sepak bola wanita. Dalam beberapa wawancara, Kurzawa menekankan pentingnya pertukaran teknis dan pelatihan bagi pemain muda Indonesia, sekaligus mengajak rekan‑rekan profesionalnya untuk berkontribusi dalam proyek tersebut.
Keseluruhan, pernyataan Layvin Kurzawa mencerminkan semangat juara dan komitmen sosial yang kuat. Dari aksi asistensinya yang membuka jalan bagi empat gol Persib, hingga pembelaannya terhadap Marc Klok di tengah tuduhan rasisme, Kurzawa menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemain kunci di lini tengah, melainkan figur yang berpengaruh di luar lapangan. Jika Persib dapat mempertahankan performa ini hingga akhir musim, gelar tiga tahun beruntun akan menjadi bukti nyata dari tekad kolektif yang dipimpin oleh pemain‑pemain seperti Layvin Kurzawa.
