Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juni 2026 | Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dua kapal tanker gas alam cair (LNG) milik Qatar, Bu Samra dan Patris, berhasil melintasi Selat Hormuz pada Kamis, 25 Juni 2026. Bu Samra berlayar menuju kawasan Timur Jauh, sementara Patris belum mencantumkan tujuan pelayarannya.
Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) juga berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 20.00 WIB. Kapal tersebut sempat tertahan di kawasan Teluk Arab sejak awal Maret 2026 akibat situasi keamanan yang tidak menentu.
Keputusan untuk menggerakkan kapal Gamsunoro diambil setelah PIS melakukan penilaian risiko secara menyeluruh selama sekitar satu bulan. Proses tersebut juga melibatkan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri.
Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. PIS mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru.
Selama pelayaran, kondisi kapal dipantau selama 24 jam penuh. Awak kapal di lapangan terus berkomunikasi dengan tim darat yang siaga di pusat krisis PIS guna memastikan perjalanan berlangsung aman.
Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz menjadi bagian dari upaya PIS menjaga operasional pelayaran di tengah ketidakpastian geopolitik global, khususnya di salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.
Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, diharapkan perdagangan energi global dapat kembali berjalan lancar. Qatar, sebagai salah satu produsen gas alam cair terbesar di dunia, dapat kembali meningkatkan produksinya setelah Selat Hormuz kembali aman untuk dilalui.
