Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Juni 2026 | Pemerintah membutuhkan dukungan akademik yang kuat agar setiap keputusan yang diambil memiliki landasan data, riset, dan analisis yang memadai. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadiri pertemuan Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) di Kampus Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.
AHY menegaskan bahwa negara tidak boleh kehabisan gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia menekankan pentingnya peran kampus sebagai sumber pemikiran dan riset untuk mendukung kebijakan pemerintah. Sebagai Ketua Dewan Pakar IKA UNAIR, AHY mendorong penyusunan policy paper dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Ia berharap tradisi intelektual kampus terus hidup dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional. AHY juga menyoroti bahwa pemerintah setiap hari harus mengambil keputusan, sehingga perlu pengayaan, penelitian, dan dukungan data maupun hasil riset yang relevan.
Sementara itu, Direktur Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an menilai PDIP akan lebih diuntungkan jika terang-terangan menyatakan diri oposisi pemerintah. Ia mencontohkan ketika PDIP menjadi oposisi saat di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), PDIP lebih diuntungkan secara elektoral.
Di lain pihak, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menggulirkan program pembagian kompor listrik pada tahun 2027. Rencana ini dinilai sebagai langkah rasional untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan mengurangi ketergantungan pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Pengamat Ekonomi dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Widarta, memandang bahwa niat pemerintah melakukan transisi energi demi menekan tingginya ketergantungan impor LPG patut diapresiasi. Namun, ia juga memberikan catatan kritis terkait dampak riil atau shock pada struktur pengeluaran masyarakat rentan.
Terakhir, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Kementerian Pekerjaan Umum siap melanjutkan pembangunan jalan layang Pasar Kembang di Surabaya setelah terjadi kesepakatan antara Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT KAI.
Kesimpulan, pemerintah membutuhkan dukungan akademik yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Peran kampus sebagai sumber pemikiran dan riset sangat penting untuk mendukung kebijakan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga berencana menggulirkan program pembagian kompor listrik pada tahun 2027 untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG.
