Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Mei 2026 | Pertentangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Paus Leo XIV kembali memanas. Trump menuduh Paus Leo XIV membahayakan umat Katolik karena dianggap membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Trump menyatakan bahwa Paus Leo XIV lebih memilih berbicara bahwa tidak masalah Iran memiliki senjata nuklir, dan ia merasa itu tidak baik.
Menurut Trump, Paus Leo XIV membahayakan banyak umat Katolik dan banyak orang. Namun, Paus Leo XIV tidak pernah menyatakan dirinya mendukung Iran memiliki senjata nuklir. Ia berulang kali menentang perang AS-Israel terhadap negara tersebut serta eskalasi konflik di Lebanon dan Timur Tengah, yang memicu kemarahan Trump.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berusaha membela Trump dengan mengatakan bahwa komentarnya telah disalahartikan. Rubio menjelaskan bahwa kekhawatiran presiden berakar pada ancaman yang dapat ditimbulkan Iran terhadap wilayah-wilayah yang memiliki banyak umat Katolik, Kristen dan agama lainnya.
Rubio juga menyoroti meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, dengan menuduh Teheran menyandera seluruh dunia dan membahayakan pelayaran komersial. Sementara itu, Paus Leo XIV mengatakan bahwa siapa pun bebas untuk mengkritiknya, dan misi Gereja adalah memberitakan Injil, memberitakan perdamaian.
Pertemuan antara Rubio dan Paus Leo XIV di Vatikan dilangsungkan pada Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi bukti hubungan erat antara AS dan Vatikan, serta komitmen bersama mereka untuk mempromosikan perdamaian dan martabat manusia.
Rubio dan Paus Leo XIV berdiskusi mengenai sejumlah topik, khususnya ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Mereka membahas upaya untuk mencapai perdamaian yang langgeng di Timur Tengah, yang mencerminkan kemitraan abadi antara Amerika Serikat dan Takhta Suci dalam memajukan kebebasan beragama.
Kunjungan Menteri Luar Negeri AS ini terjadi setelah kritik luar biasa Trump terhadap Paus Leo XIV. Beberapa waktu lalu, Paus Leo XIV dan Trump terlibat saling silang pendapat mengenai perang AS dan Iran. Paus Leo XIV secara terbuka mengkritik sikap AS dan menentang perang.
Kritikan keras itu dibalas sinis oleh Trump dengan mengatakan bahwa ia ‘bukan penggemar berat Paus Leo’ dan bahwa ia tidak ‘menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir’. Perselisihan antara Trump dan Paus Leo XIV dimulai pada Maret 2026, setelah paus menyuarakan penolakan terhadap perang di Iran dan mengkritik penggunaan retorika Kristen untuk membenarkan tindakan militer.
