Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Andy Robertson, bek kiri sekaligus wakil kapten Liverpool, mengumumkan bahwa musim 2025/2026 akan menjadi musim terakhirnya bersama Merseyside. Keputusan ini menandai berakhirnya hubungan sembilan tahun yang dipenuhi trofi, prestasi, dan kenangan tak terlupakan. Kepergian Robertson dipicu oleh serangkaian pembicaraan terbuka dengan manajemen klub, khususnya pemilik Fenwick Sports Group (FSG), yang tidak menghasilkan tawaran kontrak resmi.
Dalam konferensi pers yang diadakan usai kemenangan 2-0 atas Fulham, Robertson menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. “Saya selalu memiliki hubungan yang luar biasa dengan pemilik dan manajemen,” ujarnya. “Namun, tidak ada kontrak yang pernah diletakkan di atas meja. Itu hanyalah diskusi terbuka tentang apa yang saya inginkan selanjutnya.”
Robertson menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena penolakan tawaran, melainkan karena tidak ada tawaran yang konkret. Ia menambahkan, “Saya ingin terus bermain, dan saya yakin masih memiliki kemampuan untuk berkontribusi di level tertinggi. Jika tidak ada jaminan bermain di Liverpool, saya harus memikirkan masa depan saya dan keluarga.”
Selama musim ini, Robertson menjadi bagian penting dalam perjalanan Liverpool yang kembali meraih gelar Premier League dan menjuarai Liga Champions 2019, serta menambah trofi Carabao Cup, FA Cup, dan Club World Cup. Namun, usia yang semakin mendekati puncak karier, serta perubahan struktural dalam skuad, menjadi faktor tambahan. “Kami melihat foto akhir Liga Champions, hanya lima atau enam pemain yang masih di tim. Era seperti ini memang harus berakhir,” katanya.
Pengumuman kepergian Robertson datang bersamaan dengan pernyataan Mohamed Salah yang juga mengumumkan niat untuk meninggalkan klub pada jeda internasional Maret. Kedua pemain veteran ini tampaknya menutup bab yang telah memperkuat identitas Liverpool modern.
Dalam percakapan dengan media, Robertson mengungkapkan bahwa ada momen di musim panas 2024 dan Januari 2025 ketika ia hampir mengambil keputusan untuk meninggalkan Liverpool. Namun, pada kedua kesempatan itu, ia memilih untuk tetap bertahan setelah diskusi panjang dengan pihak klub. “Saya berada di titik di mana saya harus memutuskan, dan pada akhirnya saya tetap di sini,” ungkapnya. “Tapi kali ini, setelah banyak pembicaraan, saya merasa sudah saatnya melangkah ke fase berikutnya.”
Transfer ke Tottenham Hotspur menjadi spekulasi utama di antara para pengamat. Klub London Utara tersebut sudah menunjukkan ketertarikan kuat, mengingat kebutuhan mereka akan bek kiri yang berpengalaman. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, Robertson tampaknya membuka peluang untuk bergabung dengan Spurs, yang dapat memanfaatkan kepemimpinannya serta kualitas serangan dari sisi kiri.
FSG, yang belakangan ini mendapat kritik keras dari suporter Liverpool karena usulan kenaikan harga tiket Anfield, juga menghadapi pertanyaan tentang kebijakan kontrak. Keputusan Robertson menambah tekanan pada manajemen klub untuk meninjau kembali strategi retensi pemain kunci, terutama menjelang akhir kontrak beberapa bintang lainnya.
Berikut rangkuman utama keputusan Robertson:
- Musim 2025/2026 menjadi musim terakhirnya di Liverpool.
- Tidak ada tawaran kontrak resmi yang diajukan oleh FSG.
- Diskusi terbuka dan jujur dengan manajemen menjadi dasar keputusan.
- Robertson mengakui usia dan perubahan skuad sebagai faktor.
- Tottenham Hotspur menjadi target potensial transfer.
Kepergian Robertson bukan hanya kehilangan pemain, melainkan juga kehilangan simbol dedikasi dan kerja keras yang menjadi contoh bagi generasi muda. Selama sembilan tahun, ia membantu Liverpool meraih dua gelar Premier League, satu Liga Champions, satu Piala Dunia Antarklub, serta dua Carabao Cup dan satu FA Cup. Penghargaan-penghargaan tersebut menegaskan peran pentingnya dalam kebangkitan kembali klub.
Dengan Robertson dan Salah menyiapkan diri untuk petualangan baru, Liverpool kini berada di persimpangan jalan. Manajemen harus menyiapkan pengganti yang mampu mengisi kekosongan di sisi kiri pertahanan serta mempersiapkan generasi baru untuk melanjutkan warisan kemenangan. Bagi para pendukung, perpisahan ini menjadi momen emosional, namun juga kesempatan untuk menghargai kontribusi luar biasa dari dua ikon modern Anfield.
Secara keseluruhan, keputusan Andy Robertson untuk mengakhiri kariernya di Liverpool menandai akhir sebuah era yang penuh prestasi. Diskusi terbuka dengan FSG, tanpa tawaran kontrak resmi, menegaskan pentingnya kejelasan dan kejujuran dalam hubungan klub-pemain. Penggemar dan analis sepak bola kini menantikan langkah selanjutnya Robertson, baik di Tottenham maupun klub lain, sementara Liverpool bersiap menata kembali skuad untuk menantang kompetisi domestik dan Eropa di musim-musim mendatang.
