Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Setiap Jumat, umat Islam di Indonesia menantikan waktu ibadah yang tepat agar dapat melaksanakan sholat Jumat dengan khusyuk. Pada tanggal 5 Mei 2026, warga Surabaya serta seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur dapat merujuk pada jadwal resmi yang telah disesuaikan dengan perhitungan astronomi terbaru. Jadwal ini tidak hanya mencakup waktu Imsak, Subuh, hingga Isya, tetapi juga menampilkan niat sholat lima waktu dalam bahasa Arab beserta terjemahannya, sehingga memudahkan jamaah untuk menyiapkan diri secara spiritual sebelum melangkah ke pelaksanaan sholat.
Berikut adalah rangkaian waktu sholat untuk kota Surabaya yang menjadi acuan utama bagi wilayah sekitarnya. Semua waktu tercantum dalam zona WIB.
| Waktu | Jam WIB |
|---|---|
| Imsak | 04:03 |
| Subuh | 04:13 |
| Terbit | 05:28 |
| Duha | 05:56 |
| Zuhur | 11:29 |
| Asar | 14:50 |
| Magrib | 17:24 |
| Isya | 18:35 |
Data di atas diambil dari Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dan telah dipadukan dengan perhitungan posisi matahari terkini. Meskipun beberapa daerah di Jawa Timur menunjukkan selisih beberapa detik, perbedaan tersebut tidak mengubah pelaksanaan sholat secara signifikan.
Variasi kecil dalam waktu sholat juga tampak pada beberapa kabupaten lain. Berikut contoh perbedaan waktu yang tercatat pada hari yang sama:
- Kabupaten Kediri – Imsak 04:07, Subuh 04:17, Zuhur 11:32, Asar 14:52, Magrib 17:26, Isya 18:37.
- Kabupaten Ponorogo – Imsak 04:08, Subuh 04:18, Zuhur 11:34, Asar 14:54, Magrib 17:28, Isya 18:39.
- Kabupaten Sidoarjo – Imsak 04:05, Subuh 04:15, Zuhur 11:30, Asar 14:51, Magrib 17:25, Isya 18:36.
Perbedaan menit ini mencerminkan letak geografis masing‑masing daerah, namun tetap berada dalam rentang yang dapat diterima untuk melaksanakan sholat tepat waktu. Bagi imam maupun makmum, penyesuaian jadwal ini menjadi penting, terutama ketika menyiapkan khutbah Jumat yang dimulai bersamaan dengan adzan Zuhur.
Selain menyiapkan waktu, umat Muslim juga diingatkan untuk melafazkan niat sholat dalam hati sebelum memulai setiap rakaat. Niat tidak perlu diucapkan keras, cukup dipahami secara internal. Berikut adalah teks niat sholat lima waktu beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia:
- Sholat Isya: “أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداءً لله تعالى” – Aku berniat sholat fardu Isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum atau imam karena Allah Ta’ala.
- Sholat Subuh: “أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة أداءً لله تعالى” – Aku berniat sholat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
- Sholat Zuhur: “أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة أداءً لله تعالى” – Aku berniat sholat fardu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
- Sholat Asar: “أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة أداءً لله تعالى” – Aku berniat sholat fardu Asar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
- Sholat Magrib: “أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداءً لله تعالى” – Aku berniat sholat fardu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
Menyiapkan niat secara hati menegaskan keikhlasan dalam beribadah dan menghindari praktik ritual yang sekadar formalitas. Pada hari Jumat, khotbah (khutbah) biasanya dimulai sesaat setelah adzan Zuhur, sehingga kehadiran tepat waktu menjadi krusial bagi jamaah yang ingin menyimak ceramah agama secara lengkap.
Berbagai masjid di Surabaya dan Jawa Timur telah memasang papan jadwal digital atau cetak yang menampilkan seluruh rangkaian waktu sholat. Penggunaan aplikasi mobile yang terintegrasi dengan data resmi Kementerian Agama juga semakin populer, membantu umat menghindari kebingungan terutama ketika terjadi perbedaan menit antar daerah. Praktik ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan ritual, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara jamaah yang melaksanakan sholat Jumat secara bersamaan.
Secara keseluruhan, ketersediaan jadwal yang akurat serta panduan niat sholat memberikan landasan kuat bagi umat Islam di Surabaya dan seluruh Jawa Timur untuk melaksanakan ibadah Jumat dengan tepat waktu dan penuh khushu’. Dengan disiplin mengikuti jadwal resmi, setiap muslim dapat memastikan bahwa ibadahnya sesuai dengan tuntutan syariat, sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas dalam komunitas Muslim pada hari yang mulia ini.
