Hari Tasyrik Idul Adha: Perputaran Ekonomi dan Amalan Sunnah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Juni 2026 | Hari Raya Idul Adha memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, terutama melalui peningkatan aktivitas perdagangan hewan kurban, distribusi pangan, transportasi, dan sektor usaha mikro. Momentum ini mendorong perputaran uang yang lebih tinggi di berbagai daerah, mulai dari peternak, pedagang, hingga pelaku jasa pendukung.

Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, perputaran ekonomi selama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mencapai Rp25,3 miliar. Jumlah ini diperoleh dari hasil pendataan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo hingga hari tasyrik terakhir, yang mencatat sebanyak 3.899 ekor ternak dipotong di 184 titik pemotongan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Baca juga:

Perputaran ekonomi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi lokal karena manfaat ekonomi tersebar hingga ke tingkat desa dan komunitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa perayaan keagamaan tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berperan sebagai penggerak aktivitas ekonomi yang mampu meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Selain dampak ekonomi, Idul Adha juga memiliki amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam di bulan Dzulhijjah. Beberapa amalan sunnah tersebut antara lain puasa Dzulhijjah, puasa Arafah, bertakbir, sholat Id, berkurban, dan puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Dzulhijjah dianjurkan selama sembilan hari pertama atau tanggal 1-9 Dzulhijjah, karena puasa termasuk amalan shalih yang dianjurkan pada bulan ini. Puasa Arafah merupakan puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah atau pada 9 Dzulhijjah, dan sangat dianjurkan lantaran Hari Arafah termasuk hari yang penuh keutamaan, yakni hari pengampunan dosa dan hari bagi para jamaah haji untuk wukuf.

Umat Islam juga dianjurkan untuk bertakbir, sholat Id, dan berkurban sebagai bentuk syukur dan kepatuhan kepada Allah SWT. Dengan melakukan amalan sunnah ini, umat Islam dapat meningkatkan iman dan takwa, serta memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Dalam kesimpulan, Hari Tasyrik Idul Adha bukan hanya merupakan hari raya keagamaan, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi masyarakat dan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Dengan memahami dan melaksanakan amalan sunnah ini, umat Islam dapat meningkatkan iman dan takwa, serta memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *