Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Juni 2026 | Belum lama ini, ditemukan bahwa Meta, perusahaan di balik Facebook dan Instagram, sedang mengembangkan liontin kecerdasan buatan (AI) dan berencana merilis empat model kacamata pintar baru sebelum akhir tahun 2026. Namun, di tengah upaya inovatif ini, terdapat kelemahan yang cukup serius dalam sistem AI pendukung mereka yang bisa dieksploitasi oleh hacker untuk mengakses akun Instagram.
Para hacker telah menemukan cara untuk memanipulasi AI support chatbot Meta dengan menggunakan prompt sederhana, sehingga mereka bisa mengambil alih akun Instagram yang ditargetkan tanpa perlu melewati proses verifikasi dua faktor. Ini adalah contoh kasus di mana kelemahan dalam sistem AI bisa berdampak besar pada keamanan pengguna.
Metode yang digunakan oleh hacker ini cukup sederhana. Mereka menggunakan VPN untuk membuat kesan bahwa mereka mengakses akun dari lokasi geografis yang sama dengan akun yang ditargetkan, kemudian mereka menghubungi AI support chatbot Meta melalui fitur ‘Get Support’ di halaman login Instagram. Dengan memanfaatkan kelemahan dalam sistem AI, mereka bisa meminta chatbot untuk mengirimkan kode reset password ke alamat email yang mereka kontrol, sehingga mereka bisa mengakses akun tanpa harus melewati verifikasi tambahan.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan data pengguna dan bagaimana perusahaan teknologi seperti Meta harus lebih waspada dalam mengembangkan dan mengimplementasikan sistem AI mereka. Selain itu, ini juga menekankan pentingnya bagi pengguna untuk tetap waspada dan menggunakan praktik keamanan yang baik untuk melindungi akun mereka.
Meta telah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kelemahan ini setelah mengetahui adanya eksploitasi. Namun, insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya keamanan siber dan perlunya kerja sama antara perusahaan teknologi, pengguna, dan otoritas untuk memastikan bahwa teknologi AI digunakan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.
