Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Mei 2026 | Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen terhadap mahasiswi di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mendapat perhatian serius dari Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum). Ketua Dema Fuhum, Nur Yusril, mendesak kampus untuk mengusut kasus ini secara transparan, adil, dan bertanggung jawab.
Menurut Yusril, dosen terduga pelaku dan korban berada di lingkungan Fuhum UIN Walisongo. Dema Fuhum telah menemui pihak Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) serta Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Walisongo untuk membahas kasus ini.
Yusril mengungkapkan bahwa sepengamatan Dema Fuhum, terdapat satu mahasiswi di fakultas mereka yang menjadi korban pelecehan seksual oleh dosen terkait. Namun, setelah bertemu dengan Satgas PPKS, ditemukan tiga dugaan korban lainnya, sehingga total korban diduga mencapai empat mahasiswi.
Yusril menambahkan bahwa Dema Fuhum belum menerima aduan resmi dari mahasiswi yang menjadi korban pelecehan seksual. Ia berharap korban berani untuk melaporkan kasus ini agar bisa ditindaklanjuti dan didalami lebih intens.
Dema Fuhum akan sepenuhnya berpihak dan mendukung korban pelecehan. Yusril menegaskan bahwa Dema Fuhum akan mengawal kasus ini dan mendesak UIN Walisongo untuk menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang ditengarai dilakukan dosen Fuhum.
Yusril juga menyebutkan bahwa terduga pelaku pelecehan memang merupakan dosen Fuhum UIN Walisongo. Ia mengaku bahwa pelaku telah mengakui tindakannya di depan Dekan Fuhum pada bulan Desember atau Januari lalu.
Kasus ini mendapat perhatian serius dari Dema Fuhum dan mereka berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Yusril berharap bahwa kampus dapat menangani kasus ini dengan transparan, adil, dan bertanggung jawab.
Dalam beberapa hari terakhir, kasus pelecehan seksual di kampus telah menjadi perhatian nasional. Banyak pihak yang mendesak kampus untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku dan memberikan dukungan kepada korban.
Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kampus dapat mencegah kasus pelecehan seksual di masa depan. Yusril berharap bahwa kampus dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk mencegah kasus seperti ini dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada korban.
Untuk itu, Dema Fuhum akan terus mengawal kasus ini dan mendesak kampus untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dan transparan. Yusril berharap bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi kampus untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan kasus pelecehan seksual di masa depan.
