Jejak Duka di Jambi: Kronologi Sakit dr Myta dan Investigasi Kemenkes

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Mei 2026 | Dunia medis Indonesia kembali berduka atas meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy (MAA), dokter internship yang bertugas di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. dr Myta mengembuskan napas terakhir pada 1 Mei 2026 setelah menjalani rangkaian perawatan intensif.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengungkap kronologi lengkap serta hasil investigasi awal terkait penyebab kematian dr Myta. dr Myta memulai program magangnya pada 11 Februari 2026 dalam kondisi sehat. Namun, memasuki bulan kedua, kondisi kesehatannya mulai menurun secara bertahap.

Baca juga:

Plt. Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rudi Supriatna Nata Saputra mengungkap kronologi pelaksanaan magang dr Myta sampai dengan mendapatkan perawatan. Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, mengungkapkan fakta mengejutkan dari hasil investigasi di lapangan.

Ditemukan indikasi kuat bahwa dr Myta dan rekan-rekannya bekerja melampaui batas kewajaran. Mereka tidak pernah memiliki hari libur, bahkan pada hari Sabtu dan Minggu pun mereka tetap bekerja. Para dokter magang tetap diminta melakukan visite (mengecek) bangsal selama 2-3 jam pada hari Minggu, yang seharusnya menjadi waktu istirahat mereka.

Hal ini diperparah dengan adanya tekanan psikologis dari dokter pendamping. Sesuai aturan, jam kerja dokter internship maksimal adalah 40 jam per minggu. Namun, dalam kasus dr Myta, terdapat laporan bahwa ia bekerja hingga 12 jam per hari di IGD.

Kemenkes berencana menghapus kebijakan penambahan waktu kerja 20 persen yang selama ini sering disalahgunakan. Kemenkes juga akan melakukan audit medis menyeluruh melalui Majelis Disiplin Profesi untuk menilai apakah prosedur pengobatan yang diberikan kepada dr Myta selama di rumah sakit sudah sesuai standar atau terdapat kelalaian.

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) sebelumnya juga mendesak audit ini dilakukan, mengingat adanya laporan mengenai minimnya supervisi, keterbatasan fasilitas, hingga kekosongan obat di tempat dr Myta bertugas.

Kematian dr Myta menjadi peringatan penting bagi dunia medis untuk memperhatikan kesejahteraan dokter internship dan memastikan bahwa mereka bekerja dalam kondisi yang aman dan sehat. Investigasi yang dilakukan oleh Kemenkes diharapkan dapat membantu mencegah kejadian serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *