Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Rangkaian video bayi yang beredar di media sosial akhir-akhir ini memicu rumor bahwa penyanyi religi Nissa Sabyan telah melahirkan. Sejumlah netizen mengaitkan video tersebut dengan nama artis muda tersebut, sementara pihak lain menuding adanya manipulasi atau penipuan. Namun, penyelidikan terbaru menunjukkan bahwa video itu tidak berkaitan dengan Nissa Sabyan, melainkan berhubungan dengan kasus terpisah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kasus di RSHS Bandung bermula pada pertengahan April 2026 ketika seorang ibu bernama Nina Saleha mengungkapkan kekhawatirannya bahwa bayinya mungkin tertukar dengan bayi lain di rumah sakit. Nina meminta tes DNA untuk memastikan identitas sang anak. Permintaan tersebut kemudian menjadi sorotan publik setelah video bayi yang sama muncul di platform video dengan judul yang menyebutkan nama Nissa Sabyan.
Polisi setempat, melalui Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, telah menanggapi laporan tersebut. Kepala satuan, AKBP Anton, menjelaskan bahwa penyelidikan masih berada pada tahap awal. Polisi sedang mengumpulkan keterangan dari pihak rumah sakit, staf medis, serta keluarga yang terlibat. Pada saat wawancara, Anton menegaskan bahwa belum ada bukti kuat yang mengaitkan video viral dengan Nissa Sabyan atau proses persalinan apa pun.
Berikut langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwajib:
- Mengamankan rekaman CCTV dari ruang bersalin dan area penyimpanan bayi di RSHS Bandung.
- Menginterogasi perawat dan tenaga medis yang bertugas pada hari kejadian.
- Memeriksa dokumen administratif, termasuk label identitas bayi dan catatan medis.
- Menunggu permohonan resmi untuk tes DNA agar dapat difasilitasi jika diperlukan.
Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan insiden tersebut terjadi akibat kelalaian perawat. Manajemen rumah sakit mengklaim telah memberikan Surat Peringatan Pertama (SP1) kepada perawat yang bersangkutan dan memindahkannya ke bagian yang tidak melayani pasien. Meskipun demikian, rumah sakit belum menutup kemungkinan adanya unsur kriminal, sehingga kerjasama dengan kepolisian tetap berlanjut.
Sementara itu, tim manajemen Nissa Sabyan secara resmi menolak semua tuduhan terkait video bayi tersebut. Dalam pernyataan singkat, mereka menegaskan bahwa Nissa tidak memiliki anak dan tidak ada proses persalinan yang terjadi pada dirinya. Mereka juga meminta publik untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi, mengingat dampak negatif yang dapat timbul bagi reputasi artis dan keluarganya.
Para pakar media sosial menambahkan bahwa penyebaran rumor semacam ini sering dipicu oleh algoritma yang memprioritaskan konten sensasional. “Video bayi dengan label ‘Nissa Sabyan’ sebenarnya hanyalah sebuah editan yang menggabungkan klip dari acara televisi dengan footage bayi yang diambil di rumah sakit,” ujar Dr. Rina Widyani, pakar komunikasi digital. “Kecenderungan untuk mempercayai visual tanpa verifikasi dapat menimbulkan kepanikan publik dan menjejalkan beban moral pada individu yang tidak bersalah.
Hingga kini, pihak kepolisian belum menerima permohonan resmi untuk tes DNA, meskipun Nina Saleha menegaskan keinginannya untuk memperoleh kepastian. Jika permohonan tersebut diajukan, polisi siap memfasilitasi proses tes demi kepentingan penyelidikan.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi institusi kesehatan untuk memperketat prosedur identifikasi bayi, serta bagi platform digital agar meningkatkan mekanisme verifikasi konten sebelum disebarkan luas. Pengawasan ketat terhadap label identitas, pelatihan staf medis, dan audit internal menjadi langkah krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Secara keseluruhan, video bayi yang menimbulkan spekulasi tentang kehamilan Nissa Sabyan terbukti tidak memiliki dasar faktual. Penyebab utama kekeliruan ini adalah penyebaran video yang diolah secara tidak tepat serta kurangnya klarifikasi resmi pada tahap awal. Dengan penyelidikan yang terus berjalan, diharapkan kebenaran terkait kasus pertukaran bayi di RSHS Bandung dapat terungkap secara lengkap, sementara nama Nissa Sabyan tetap bersih dari tuduhan yang tidak berdasar.
