Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Mei 2026 | Jakarta, 3 Mei 2026 – Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, mengonfirmasi bahwa ia telah melakukan komunikasi langsung dengan Amien Rais terkait video kontroversial yang diunggah di kanal YouTube sang tokoh senior politik. Video tersebut menyoroti dugaan kedekatan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, serta menimbulkan perdebatan sengit di kalangan publik.
Ridho menjelaskan bahwa video itu muncul dari rasa keresahan pribadi Amien Rais yang ia rasakan semakin meluas di masyarakat. “Komunikasi ke Pak Amien sudah. Alasan beliau membuat video karena melihat keresahan yang sudah merata di kalangan rakyat. Ia menyuarakan hal itu dengan bahasa lugas, ciri khas Pak Amien,” ujar Ridho dalam pernyataan yang diterima pada Minggu (3/5/2026). Ia menambahkan, “Saya melihat ini sebagai bentuk cinta beliau kepada negeri ini dan sahabat lamanya, Pak Prabowo. Kita telah menyaksikan rekam jejak kritis Pak Amien sejak masa Orde Baru.”
Amien Rais, yang dikenal sebagai mantan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, menegaskan bahwa video tersebut tidak bermaksud memfitnah, melainkan menyuarakan kepedulian terhadap potensi penyalahgunaan kekuasaan. “Saya hanya menyoroti apa yang saya lihat dan dengar, demi transparansi politik,” tegasnya tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, mengeluarkan pernyataan tegas melalui akun Instagram resmi Kementerian. Ia menyebut video itu sebagai bentuk pembunuhan karakter dan menyebutnya sebagai hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian yang dapat memecah belah bangsa. “Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara, tidak memiliki dasar fakta, serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik,” tulis Meutya.
Komdigi juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi penyebaran video tersebut sebagai pelanggaran hukum yang dapat berujung pada tindakan polisi. “Kami tidak segan menindak tegas siapapun yang menyebarkan fitnah yang mengancam persatuan nasional,” tegas Meutya, menambah bahwa proses hukum akan dijalankan sesuai regulasi yang berlaku.
Di tengah sorotan tersebut, Partai Ummat tengah melangsungkan Musyawarah Nasional (Munas) selama dua hari. Ridho menegaskan bahwa belum ada komunikasi resmi dengan Setkab Teddy terkait insiden video, namun partai tidak menutup peluang untuk dialog dengan semua pihak. “Prinsip kami tetap terbuka untuk silaturahim dan komunikasi, baik dengan pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya,” tuturnya.
Para pengamat politik menilai bahwa video Amien Rais menambah ketegangan dalam lanskap politik menjelang pemilihan legislatif 2029. Mereka memperkirakan bahwa aksi kritis ini dapat memicu perdebatan publik tentang batas kebebasan berpendapat versus penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Selain itu, potensi tindakan hukum terhadap Amien Rais dan Partai Ummat dapat menjadi preseden penting dalam penegakan regulasi media digital di Indonesia.
Secara keseluruhan, insiden video ini mencerminkan dinamika internal partai yang masih berusaha menyeimbangkan antara kebebasan berpendapat anggota senior dan tanggung jawab sosial dalam menjaga keharmonisan politik nasional. Bagaimana respons Komdigi dan langkah selanjutnya Partai Ummat akan menjadi indikator penting bagi perkembangan demokrasi digital di negeri ini.
